SJP: Bandara itu Bukan hanya Milik Masyarakat Loteng

Mataram, Talikanews.com – Adanya polemik pergantian papan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memantik komentar salah seorang Anggota DPR RI, Dapil NTB 2, Surya Jaya Purnama atau dikenal SJP.

Kepada media ini, SJP menjelaskan, Bandara Internasional adalah aset negara yang dikelola oleh BUMN, kebetulan berada di Lombok tengah. Bukan hanya milik dan kebanggaan masyarakat lombok tengah, tapi juga milik dan kebanggaan seluruh warga NTB.

Berbicara pergantian nama menggunakan TGH.KH. Zainuddin Abdul Majid yang dakrab dipanggil sebutan “Maulana Syech”, memang benar berasal dari Lombok Timur dan pendiri NW. Tapi, beliau bukan saja milik dan kebaggaan Lombok Timur dan warga NW, tapi satu-satunya putra NTB yang menjadi pahlawan Nasional dan menjadi kebanggaan seluruh warga NTB bahkan kebanggaan bangsa Indonesia.

Menurutnya, nama Bandara itu lazim menggunakan nama tokoh atau pahlawan seperti Bandara Sultan Salahuddin di Bima, Bandara Sultan M. Kaharuddin di Sumbawa, Bandara Ngurah Rai di Bali, dan hampir semua bandara menggunakan nama tokoh dan Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tokoh dan pahlawan agar generasi selanjutnya bukan termasuk generasi yang lupa sejarah.

“Masyarakat di daerah lain sangat bangga, kompak dan mendukung apabila tempat-tempat strategis nggunakan nama tokohnya utk diabadikan. Kita warga Lombok atau Sasak sudah sepatutnya bangga ada putra Lombok bisa diabadikan secara nasional dan internasional,” ungkapnya, Senin 21 Desember 2020.

Politisi PKS mencontohkan, di Lombok, ada nama jalan Anak Agung Gede Ngurah, jalan Udayana, Jalan Gajah Mada dan lainnya yang bukan putra daerah. Bahkan banyak yang tidak tahu atau mungkin belum tentu berjasa untuk daerah, tapi tetap diterima sebagai bentuk toleransi dan persatuan.

Oleh karenanya, dengan segala kerendahan hati, dirinya sebagai putra Lombok berwarga NTB, mengajak kelurga, sanak saudara, untuk menghentikan polemik nama Bandara.

“Ina-Amaq, Papuk-Baloq, Dane-Dane, Guru-guru tiang para Tuan Guru utk kita menghentikan polemik nama bandara. Mari kita kompak saling dukung sebagai warga NTB/Lombok/Sasak,” pintanya.

SJP menambahkan, masih banyak tokoh-tokoh yang harus diabadikan ditempat strategis yang sedang di bangun oleh pemerintah seperti pelabuhan internasional di Lombok Barat dan yang lain agar nama warga NTB semakin dikenal secara luas.(TN-red)

Related Articles

Back to top button