Event Surfing Competition di Lombok Tengah Mampu Bangkitkan Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19

Lombok Tengah, Talikanews.com – Event Surfing Competition 2020 yang digelar Mandalika Hotel Asosiation (MHA) sejak tanggal 16 Desember kemarin, dinilai telah membangkitkan pariwisata di masa pandemi Covid-19.

Hal itu terbukti, selama dua hari kegiatan kompetisi para peselancar dari berbagai daerah itu, sudah mulai dirasakan manfaatnya pelaku wisata yang berada di kawasan Kuta Mandalika, salah satunya penyedia jasa penginapan dan pedagang yang berjualan di lokasi kegiatan.

Ketua MHA juga panitia open surfing competition 2020, Samsul Bahri, mengatakan event yang digelar di Pantai Seger Loteng itu di ikuti 246 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan itu bekerjasama dengan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Provinsi NTB digelar dari tanggal 16-19 Desember.

“Event surfing compitition ini di harapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata di NTB khususnya kabupaten Lombok Tengah di masa bencana non alam pendemi covid-19,” ungkapnya, Kamis 17 Desember 2020.

General Maneger (GM) JM Hotel Kuta itu menambahkan, pada hari kedua penyelenggaraan event surfing ini, pihaknya merasakan dampak positif mulai dari banyaknya tamu yang datang berkunjung dan menginap di beberapa hotel yang berada di kawasan Lombok Tengah bagian selatan.

“Mulai terlihat wisatawan berdatangan menyaksikan competition surfing sambil menikmati indahnya laut Loteng,” kata Samsul

Di satu sisi, Lalu Sandika Irwan memaparkan, event ini menjadi model atau contoh penyelenggaraan event di masa pendemi dengan tetap mengacu protokol kesehatan covid-19 dengan harus menggunakan masker dan jaga jarak.

“Event ini dapat di jadikan sebagai contoh bagi pelaku dan pegiat wisata di NTB khusunya kabupaten Lombok Tengah yang selalu menekankan prokes covid-19,” ujar Sandika

Menurutnya, penyelenggaran Even ini menjadi bukti bahwa Lombok Tengah layak untuk di kunjungi wisatawan, namun harus mengutamakan ProKes.

“Jangan khawatir berkunjung ke Lombok Tengah karena Prokes covid-19 telah di tekankan,” cetusnya

Salah satu pedagang kaki lima, Silah, mengaku, selama masa pendemi ini penghasilannya turun tetapi setelah adanya event ini, ada pemasukan dari hasil berjualan dilokasi event.

“Di tengah pendemi ini pendapatan sehari hanya Rp 200 ribu, dua hari ini alhamdulillah di acara surfing, penghasial saya meningkat perhari di atas 3 juta. Oleh sebab itu, saya berharap event seperti ini terus di galakkan agar perekonomian masyarakar kembali normal,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button