Ini Persentase Progres Pembangunan KEK Mandalika oleh ITDC hingga Desember 2020

Lombok Tengah, Talikanews.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merancang strategi untuk menyelesaikan pembangunan Mandalika Street Circuit (Sirkuit Mandalika) yang akan digunakan dalam penyelenggaraan event MotoGP akhir 2021.

Hingga 16 Desember 2020, ITDC baru menyelesaikan progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok sekitar 25 persen, diatas lahan seluas 1,175 hektare dengan 16 kilometer bentangan pantai. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Konstruksi ITDC Haris Joko Santoso, di acara Media Bond, Rabu 16 Desember 2020, di Kuta Lombok.

Sapaan Joko itu memaparkan secara umum pembangunan KEK Mandalika yang memiliki budget sebesar Rp 9 triliun bersumber dari APBN, baru mencapai 25 persen dari anggaran yang sudah memiliki komitmen penggunaan yakni Rp 6 triliun tersebut.

Dari angka Rp 9 triliun, pendanaan yang sudah memiliki komitmen atau kontrak penggunaan sebesar Rp 6 triliun. Angka Rp 6 triliun tersebut, yang sudah direalisasikan atau dikeluarkan sebesar Rp 1,5 triliun diluar pembangunan anggaran pembiayaan pembangunan hotel Pullman.

“Untuk pembangunan hotel Pullman itu butuh biaya Rp 700 miliar, namun perlu diketahui, persentase pembangunan Pullman mencapai 48 persen. Insya Allah bulan Oktober 2021 bisa beroperasi,” ungkapnya.

Joko menegaskan, angka realisasi pengerjaan KEK Mandalika secara keseluruhan di angka 25 dinilai cukup kuat biasa dan akan terus dikerjakan secara bertahap.

Joko pun memaparkan progres Minggu ini berkaitan dengan lahan jalan kawasan khusus (JKK), untuk item Enclave menyangkut penlok 1, seluas 4,8 hektare – 21 bidang, sebanyak 4 bidang sudah bebas dengan cara tukar menukar masjid Al-Hakim seluas 0,12 hektare. Kemudian pembayaran 3 bidang seluas 1 hektare.

Selanjutnya konsinyasi di Pengadilan Negeri Praya, untuk tapah 1 dan 2 sebanyak 13 bidang dengan luas 2,6 hektare. Tahap 3 sebanyak 4 bidang seluas 0,53 hektare.

“Untuk penlok 1 , menyangkut tukar menukar lahan masjid, kemudian pembayaran 3 bidang dan konsinyasi tahap 1 dan 2 sudah selesai. Tinggal tahap 3 yang bidang seluas 0,53 hektare, akan diselesaikan Minggu ketiga Desember ini. Termasuk penlok 2 sebanyak 6,6 hektare – 21 bidang, SK P2T, inventarisasi lahan dan apprisial akan dilakukan pada Minggu keempat bulan Desember,” tuturnya.

Joko juga menjelaskan mengenai klaim lahan 13 titik. Proses clearing 1 dan 2 , 10 dari 13 titik sudah clear kata lain selesai. Untuk clearing 3 lanjutnya, 3 dari 13 titik, pemilik atas nama Sibawaeh dan Amaq Eka, akan dilakukan Minggu ketiga Desember ini.

“Kita juga atensi isu Komnasham, namun tetap mengharapkan kesepakatan Forkominda NTB untuk pengamanan clearing,” ujarnya.

Dirinya juga tidak bisa menyembunyikan mengenai apa saja sudah dilakukan menyangkut relokasi warga setempat sebanyak 180 kepala keluarga. Sebanyak 71 kepala keluarga sudah pindah pada bulan Juli 2020, kemudian persetujuan proposal Sarhunta Pemkab Loteng oleh Kemen PUPR sudah dilakukan Minggu keempat bulan November 2020.

“Intinya, kami optimis progres pembangunan KEK Mandalika tuntas. Kami juga berterima kasih kepada Forkominda yang banyak membantu ITDC,” tutupnya

Untuk diketahui, sebelumnya, informasi diserap media ini, guna mempercepat penyelesaian pembangunan itu, ITDC telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT PP (Persero) Tbk senilai Rp900 miliar.

ITDC juga menandatangani Termsheet Fasilitas Sindikasi Perbankan yang melibatkan anggota Himbara yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN untuk mendukung pembangunan sirkuit, dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Utama PT PP Novel Arsyad dengan disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN yang efektif berlaku mulai 15 Juli 2020.

Sementara Termsheet Fasilitas Sindikasi Perbankan ditandatangani oleh Farida Thamrin dan Teddy Y. Danas mewakili Bank Mandiri, Litasari Wahju W dan Rommel TP Sitompul mewakili BNI, S. Hernowo dan Hari Setiawan mewakili BRI, dan Sindhu Rahadian Ardita mewakili BTN.

Melalui kolaborasi antar BUMN, proyek ini dibangun dengan skema PreFinanced Project untuk pengembangan kawasan Sirkuit Mandalika di lahan seluas 52,5 hektare di dalam kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas The Mandalika, NTB.

Sirkuit Mandalika yang memiliki panjang lintasan 4,31 km ini akan menjadi sirkuit jalan raya pertama di dunia yang menyelenggarakan perhelatan balap MotoGP. (TN-red)

Related Articles

Back to top button