Ingin Bangun Asrama Haji Termegah, Kemenag RI harapkan Pemda Loteng Berikan tambahan Hibah Lahan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia harapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan tambahan hibah lahan supaya bisa membangun Asrama haji termegah dan serbaguna di Nusa Tenggara Barat.

Permintaan itu dilontarkan Sekretaris Jendral Kementrian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nizar Ali M.Ag, saat bersilaturah ke Pemda Lombok Tengah, guna mempererat hubungan silaturahmi dengan pemerintah pusat, Jumat 27 November 2020.

Momentum silaturahim itu, KH. Nizar Ali M.Ag mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemkab Loteng yang telah menyambut kedatangannya bersama rombongan dalam rangka mempererat kerjasama antar pemerintah, terutama mengenai hibah sejumlah bidang lahan kepada Kemenag yang tentunya untuk kepentingan Kemenag.

“Kami apresiasi rencana Pemkab Loteng dalam penggunaan Rusunawa Ponpes untuk para penggemar MotoGP yang akan berkunjung ke Loteng nanti,” ungkapnya.

KH. Nizar Ali juga berharap adanya hibah lahan seluas 10 Hektare dari Pemda kepada Kemenag untuk membuat Asrama Haji yang lebih megah di NTB yang mana di Loteng merupakan lokasi strategis pembangunannya karena berdekatan dengan bandara.

“Manfaat asrama haji, bukan hanya ketika musim haji namun dapat dimanfaatkan bagi pelatihan umroh, kepentingan kongres nasional, parpol, ormas, ddan tentunya kapasitasnya lebih dari Hotel, seperti di Makassar, Asrama Haji nya berdekatan dengan bandara yang mempermudahkan akses menuju bandara,” ujarnya

Terkait hal itu, penjabat Sekda Lombok Tengah H. L Idham Halid mengatakan sejauh ini Pemda sudah cukup lama bersinergi dan juga telah menghibahkan lahan untuk Kemenag, yang mana di Loteng ini terdapat sekitar 900 lembaga/ponpes maupun sekolah agama.

Menyangkut adanya perhelatan MotoGP pada Oktober 2021, Loteng khusunya akan menjadi sorotan dunia sehingga terus berkoordinasi dengan Pemprov NTB dan Pusat

Yang menjadi kendala saat ini yakni akomodasi. Namun sudah disampaikan ke pemerintah pusat, mengacu pada MotoGP di Malaysia dan Thailand dimana penontonnya 70 persen dari jumlah penduduk negara tersebut.

“Untuk MotoGP Lombok, saat ini 20 ribu tiket sudah terjual dan harga tertingg 15 juta / orang,” ujar Idham

Sementara untuk hotel di Lombok yang tersedia sekitar 30 sampai 40 hotel sehingga para tamu/penonton MotGP ada yang tinggal di Bali yang nantinya diangkut menggunakan kapal cruse. Yang maman Untuk para wisatawan sendiri diperkirakan berdataangan ke Lombok seminggu sebelum GP dan kembali seminggu setelahnya.

“Saat ini terdapat 5 Desa penyangga sudah dibuatkan home stay untuk para wisatawan dan pada bulan lalu ada 9 Ponpes di Loteng yang mengusulkan pembangunan rusunawa, sehingga diharapkan nantinya 9 Ponpes tersebut bisa digunakan untuk penginap para wisatawan,” tutup Idham

Untuk di ketahui acara tersebut di lanjutkan dengan penyerahan santunan anak Yatim Piatu yang diterima secara simbolis enam orang perwakilan yang di serahkan langsung oleh Sekretaris Jendral Kementrian Agama Republik Indonesia. (TN-03)

Related Articles

Back to top button