Bupati Loteng Apresiasi Tim Percepatan Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Moh Suhaili FT, mengapresasi langkah persuasif yang di lakukan tim percepatan pembangunan mega proyek sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal itu, tebukti dengan berjalannya land clearing tahap 2, tanpa kendala apapun.

Suhaili mengatatan langkah dan upaya yang dilakukan aparat keamanan TNI, Polri dan Tim percepatan pembangunan sikrkut MotoGP dalam pembebasan lahan yang sempat bersengketa itu patut di apresiasi, mengingat selama ini masyarakat pengklaim bersikukuh lahan itu adalah miliknya.

Namun hebatnya, dengan pendekat pendekatan yang dilalukan Tim percepatan itu akhirnya masyarakat sadar dan secara sukarela melepas lahan yang diklaim.

“Saya aprisiasi langkah persuasif aparat keamanan dan tim percepatan, karena dengan cara seperti itu tidak akan menimbulan gesekan atau benturan antara masyarakat pengklaim dengan pemerintah,” ungkap Suhaili, di Pendoponya, Rabu 18 November 2020.

Bupati dua periode itu mengucapkan terimakasih kepada para pemilik lahan yang telah mendukung pembangunan mega proyek Sikruit MotoGP dengan mengikhlaskan lahan mereka. Dengan demikian pembangunan sirkuit di pastikan rampung tepat waktu pada Juni 2021 mendatang.

“Kita patut syukuri karena masyarakat pemilik secara ikhlas melepaskan lahannya demi pembangunan Sirkuit MotoGP dan demi kepentingan Indonesia, masyarakat Kabupaten Lombok Tengah khususnya,” kata Suhaili.

Suhaili menegaskan, pemerintah tidak mungkin mendzolimi rakyatnya, apalagi mau merampas hak miliknya karena, jika lahan itu memiliki alas hak yang kuat maka pemerintah dalam hal ini ITDC akan melakukan pembayaran dan begitu juga sebaliknya.

“Niat kita itu hanya untuk kepentingan masyarakat terlebih MotoGP ini jadi tidak mungkin pemerintah akan mendzolimi masyarakat,” ujarnya.

Kendati demikian Suhaili menyarankan bagi masyarakat pengklaim yang masih tidak ikhlas melepas lahannya untuk menempuh upaya-upaya hukum karena jalur itu sudah di siapkan oleh pemerintah.

“Agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan saya sarankan silahkan tempuh jalur hukum, bagi yang masih merasa memiliki bukti,” tutup Suhaili

Untuk di ketahui land clearing tahap 2, di lakukan di empat titik dengan luas lahan sekitar 3,5 Hektare, pemilik lahan yakni H Jinalim, Gemala Zuardi, Arifin Tomy dan Amaq Mangin, dua dari empat orang tersebut telah mengikhlaskan lahan yang di kelaimnya untuk di jadikan sebagai lintasan sirkuit MotoGP. (TN-03*)

Related Articles

Back to top button