Bangkitkan Pariwisata, Pelaku Wisata Lombok Utara Gelar “Ngemunggahang Dowe Banda Gumi Sasak” Pekanan Dayan Gunung

Mataram, Talikanews.com – Para pelaku pariwisata di Lombok Utara akan menggelar acara “Ngemungahang Dowe Banda Gumi Sasak” dalam Pekanan Dayan Gunung, yang akan berlangsung tanggal 12 sampai 13 Desember 2020 mendatang.

Adapun kegiatan pekanan (pasar, red) itu yakni, pekanan keris dan batu permata, kemudian pekanan kerajinan dan kuliner khas dayan gunung. Kemudian pekanan kuliner masyarakat Gili Trawangan. Terakhir, kesenian tradisional dayan gunung dilanjutkan restorasi terumbu karang tiga Gili serta penanaman pohon.

Ketua Gili Hotel Asosiation (GHA) Lombok Utara, Lalu Kusnawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan wadah mengangkat adat dan budaya yang ada di Lombok bagi dunia Pariwisata. Tujuannya, menggerakkan UMKM, semua stakeholder dalam bangkitkan perekonomian masyarakat.

“Diacara ini nanti, akan bersurat ke semua Bupati dan Gubernur, untuk ikut meramaikan kegiatan ini. Namun, bukan sebagai tamu melainkan sebagai wisatawan,” ungkapnya, Selasa 17 November 2020 di Mataram.

Kusnawan memaparkan makna “Ngemungahang Dowe Banda Gumi Sasak” dalam Pekanan Dayan Gunung, yang diartikan, mengangkat potensi harta benda atau kekayaan alam daerah Sasak melalui promosi pasar Lombok Utara.

“Kalau arti secara utuh, memamerkan adat dan budaya yang ada di daerah untuk bangkitkan pariwisata,”

Kadis Pariwisata KLU, Vidi Eka Kusuma menjelaskan kondisi pariwisata sebelum pandemi. Dimana, minat kunjungan wisatawan cukup tinggi. Hal itu dibuktikan, sekitar 60-70 persen pendapatan asli daerah bersumber dari pariwisata ditingkat provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk di Lombok Utara sendiri, bisa dikatakan PAD dari pariwisata diangka 80 persen.

Akan tetapi, sejak adanya bencana gempa bumi tahun 2018, tingkat kunjungan wisatawan menurun drastis, ditambah pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat pemerintah daerah bekerjasama dengan pelaku pariwisata mencoba tingkatkan animo wisatawan dengan menggelar berbagai kegiatan termasuk “Ngemungahang Dowe Banda Gumi Sasak” Pekanan Dayan Gunung.

“Promosi ini tetap dalam koridor protokol kesehatan, pelaksanaan pekanan dayan gunung nanti akan tetap kedepankan protokol Covid-19,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button