Suhu Panas di Wilayah NTB Tembus 37 ℃, Ini Penyebabnya!

Mataram, Talikanews.com – Beberapa hari terakhir, suhu cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat cukup panas, tembus di angka 37 ℃.

Prakirawan Stasiun Meteorologi ZAM, Levi Ratnasari, S.Tr menyampaikan, kondisi cuaca yang dirasakan panas beberapa hari ini untuk wilayah NTB sendiri, suhu udara terpantau mencapai 37 ℃ di Bima dan 36 ℃ di Sumbawa.

Kondisi ini, disebabkan pada bulan November, posisi Matahari berada di Selatan ekuator (khatulistiwa) sehingga wilayah yang berada di Selatan ekuator seperti NTB akan menerima intensitas radiasi matahari lebih tinggi.

“Jika cuaca cenderung cerah maka suhu udara tentu akan terasa lebih panas di siang hari,” ungkapnya, Sabtu 14 November 2020.

Levi menjelaskan, ada dampak tidak langsung dari Siklon Tropis yang berada di wilayah utara ekuator yakni di Laut Cina Selatan sebagai sumber daerah bertekenan rendah cenderung menarik massa udara ke wilayah tersebut dan memicu berkurangnya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di NTB.

Kendati demikian lanjut Levi, dirinya berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada di bulan November karena masih bersiap menghadapi awal musim hujan. Artinya, kondisi cuaca ekstrim masih tetap berpotensi terjadi meski terkadang kondisi cuaca cerah dirasakan.

“Tetap perlu waspadai dampak potensi cuaca ekstrim yang dapat terjadi seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi yang dipicu adanya konveksi atau pemanasan di permukaan yang cukup kuat dan pengaruh lokal yang kuat di wilayah tersebut,” kata dia.

Adanya konveksi atau pemanasan itu, mendukung pembentukan awan Cumolounimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat dan petir.

“Diharapkan masyarakat tidaklah panik dengan suhu udara yang meningkat namun tetaplah menjaga kesehatan serta menjaga lingkungan. Dengan tidak menentunya kondisi cuaca di masa peralihan ini, masyarakat perlu waspada dan tentunya mempersiapkan diri untuk menghadapai musim penghujan dengan mulai membenahi lingkungan serta yang terpenting menjaga kesehatan dalam menghadapi kondisi cuaca yang sering kali berubah ubah,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button