Bawaslu Kota Mataram ajak Media Massa Kampanye Cerdas

Mataram, Talikanews.com – Komisi Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram mengajak media massa berkampanye cerdas untuk bakal calon kepala daerah terutama bagi masyarakat.

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri menyampaikan, sengaja menggelar rapat koordinasi dengan media massa, karena media punya pembaca yang sangat luar biasa bertujuan agar penyampaian informasi kepada masyarakat yang informatif.

“Kami ingin mencerdaskan masyarakat Kota Mataram dalam rangka suksesnya pilkada tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” ungkapnya dalam rakor bersama bersama Ketua PWI, Ketua KPID NTB, KPUD Kota Mataram, Media dan Tim Paslon terkait pengawasan iklan di Media massa dimulai tanggal 22 Nopember s/d 5 Desember 2020.

Di acara yang berlangsung 11 November 2020 itu, Hasan Basri memaparkan, media itu merupakan pilar demokrasi didalamnya ada insan pers. Oleh sebab itu, dirinya berharap media memberikan kontribusi yang positif terhadap lahirnya iklim demokrasi sehat di Kota Mataram.

Hasan Basri juga menyinggung mengenai pelanggaran kampanye lewat media sebelum jadwal diberikan KPU sesuai aturan yakni ada sanksi pidana oleh Gakumdu.

“Kalau paslon berkampanye, jangan ada bau sara’ , memprovokasi dan lain sebagainya. Kami sudah berkoordinasi dengan KPID, PWI untuk kontrol media dalam pemberitaan atau iklan paslon,” kata dia.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi menegaskan bahwa, selama ini KPID terus memantau konten berita, iklan yang ditayangkan media radio dan televisi. Jika berbau sara, memprovokasi dan tayangkan iklan paslon tidak pada jadwalnya, maka langsung memberikan teguran ke lembaga penyiar bersangkutan.

“Kami libatkan universitas yang ada jurusan informatika dalam hal pengawasan konten. Ini bertujuan supaya pesta demokrasi di NTB berjalan baik,” ujarnya.

Disatu sisi, ketua PWI NTB, Nasrudin Zaen lebih menekankan kepada media dan wartawan supaya tetap mengedepankan etika jurnalistik dalam menjalankan tugas dan profesi kewartawanan.

“Jika konten yang ditayangkan tidak baik, terlebih memprovokasi masyarakat, maka bisa berhadapan dengan hukum. Oleh sebab itu, saya minta supaya media menyuguhkan konten yang bagus supaya pembaca bisa menilai mana media layak dibaca dan tidak,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button