Kecewa, ASITA NTB Cabut Keanggotaan dari GIPI dan Akan Bersurat Minta Musdalub

Mataram, Talikanews.com – Buntut adanya dualisme ASITA 71 yang berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB pada Senin 09 November 2020 kemarin, membuat Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia NTB kecewa dan akan cabut diri dari keanggotaan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).

Bahkan, segera melayangkan surat ke DPP GIPI untuk menggelar Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub).

Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka atau dikenal Umbu itu menyampaikan, mestinya GIPI tidak boleh ikut campur dalam perseteruan kepengurusan, malah sarannya, GIPI merangkul dan memberikan solusi terhadap persoalan yang terjadi supaya tidak membuat keruh perusahaan perjalanan pariwisata.

“Bagaimana pariwisata di NTB mau maju kalau Gabungan Industri Pariwisata Indonesia di NTB sendiri terkesan membuat gaduh. Ini alasan ASITA cabut diri dari keanggotaan GIPI dan minta Musdalub,” ungkapnya, Rabu 11 November 2020.

Menurut Umbu, mestinya GIPI memfasilitasi, memediasi ketika ada perusahaan travel yang merusak citra kepariwisataan. Namun, apa yang dilakukan oknum pengurus GIPI NTB tidak sesuai tugas, tidak layak dicontoh.

“Apa kegiatan GIPI itu, setau saya tidak ada,” kata dia.

Kehadiran Ketua GIPI di konferensi pers itu mungkin informasi kurang atau salah juga. Begitu halnya Kepala Dinas Pariwisata kemungkinan salah informasi sehingga memfasilitasi kegiatan sehingga di terima.

“Nah itu, sehingga terjadi konferensi pers di situ (Kantor Dispar) menurut saya sebenarnya tidak layak. Sangat tidak layak. Urusan apa Dispar dengan ASITA71. Padahal selama ini ASITA sudah bersinergi lama dengan pemerintah dalam hal ini Dispar,” tegasnya.

Seharusnya lanjut Umbu, Dispar mengkonfirmasi ke ASITA yang benar-benar memiliki legitimasi. “Ini yang saya sayangkan Dispar. Kantor Dispar tidak layak tempat konferensi Pers ASITA yang tidak jelas, Asita yang mengaku,” ujarnya.

Umbu menambahkan, seharusnya Dinas mengayomi apalagi di GIPI itu. Tugasnya GIPI itu mengayomi Asosiasi, mendamaikan atau apa lah namanya. Tetapi yang jelas Doktor Nunung Rusmiati terpilih sah tahun lalu di dukung oleh 34 Provinsi sebagai DPP ASITA sebelum DKI dan Bali dibekukan.

Ditegaskan, yang nama organisasi itu bukan pintar-pintar tapi banyak pendukung. Terus mau apa lagi ? “Anggota kita yang aktif 113 dari 140 an. Mereka-mereka ini yang ada kemarin itu akan saya cabut kartu anggota nya secepatnya,” ancamnya.

Umbu akan berhentikan oknum anggota ASITA yang hadir kemarin dari anggota. “Nah itu emang sudah konsekwensinya. Mereka yang punya no induk anggota akan segera kita ajaukan ke Pusat. Yang mengeluarkan kan pusat. Mereka bukan anggota kami lagi secara organisasi,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button