Pengelolaan Sampah di NTB akan Dibuat sistem RDF

Lombok Timur, Talikanews.com – Dihadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah sampaikan ikhtiar untuk mengatasi dan menyelesaikan persoalan sampah dan itu akan berjalan maksimal jika menjadikan desa sebagai pusat dan kuncinya. Termasuk dalam pengelolaan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai upaya mengatasi persoalan lingkungan tahun 2021.

“Provinsi NTB sangat mendukung dan sudah siap untuk rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) pada awal 2021,tentunya dengan basis desa,” ungkapnya saat Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Teknologi RDF untuk 9 Kabupaten/Kota se-Indonesia,  melalui Video Conference, Selasa 10 November 2020, di Gedung Rektorat Hamzanwadi Pancor Lombok Timur.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan alternatif untuk mengatasi permasalahan sampah. Untuk itu kata Ummi Rohmi, pembangunan ini harus sejalan dengan kesadaran masyarakat untuk mengelolah sampah. Karena bahan baku pengolahan ini adalah dari sampah.

Dimana, NTB memiliki misi Asri dan Lestari, dengan target Zero Waste tahun 2023.

“Mengatasi persoalan sampah dengan basis desa merupakan kata kuncinya. Karena beberapa program Pemrov NTB juga terintegrasi dan berbasis desa,” kata dia.

Selain itu, Ummi Rohmi menyatakan bahwa untuk membangun fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) di lahan seluas 5 Ha di Kebon Kongok akan sangat membantu mengatasi persoalan sampah di Mataram dan Lombok Barat.

Pengolahan sampah dengan teknologi RDF akan mengolah komposisi sampah sebanyak 100 ton perhari. Dengan output menghasilkan 15 ton perhari. Sebagai bahan bakar untuk PLTU Jeranjang saja.

Kedepan lanjut Wagub, di NTB memilik 4 PLTU, yaitu PLTU Jerangjang, PLTU LED di pulau Lombok. Ada PLTU Sumbawa dan PLTU AMNT di pulau Sumbawa. sehingga potensi RDF kedepan akan diupayakan 144,7 ton perhari.

“Ini harapannya untuk Pengolahan sampah dengan teknologi RDF di Kebon Kongo,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Provinsi dan Kabupaten Kota yang akan dibangun fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) memastikan pesiapannya dengan baik.

“Baik itu lahan dan rencana lainnya,” kata Luhut.

Ia memastikan Kementerian PUPR, PLN, BPPT,Bappenas untuk merampungkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) rampung tahun 2021.

“Ini upaya pemerintah mengatasi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dan persoalan lingkungan di Indonesia,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button