Kisah Anak Buruh Tani dan Ternak di Loteng Lulus CPNS

Lombok Tengah, Talikanews.com – Takdir, Umur, Jodoh dan Rizki, sudah ditentukan oleh Allah SWT. Dari beberapa ketentuan yang sudah ditetapkan Sang Khalik terhadap manusia sejak dalam kandungan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Dari beberapa ketentuan itulah kini telah diterima oleh Muhamad Taisir, asal Jabon Desa Desa Menemeng, Kecamatan Pringgerata Kabupaten Lombok Tengah, tidak pernah terfikir untuk lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Anak pertama dari pasangan Kamiyah dan Saknah telah dinyatakan lulus CPNS, kalau hidupnya terlahir dari keluarga serba kurang. Dimana, Bapak dan Ibunya merupakan Buruh Tani dan Ternak.

“Kehidupan kedua orang tua dimulai dari menjadi Buruh Tani bukan lagi Petani tapi Buruh. Yang sekedar untuk makan saja nggak cukup, apalagi berpikir bisa kuliah,” tutur Taisir, Sabtu 31 Oktober 2020.

Meski serba kekurangan, Taisir tetap semangat dan pantang menyerah. Sejak kecil, Taisir sudah terbiasa mencari tengkong ( jamur) demi memenuhi uang saku sekolah nya setiap hari.

Dalam benaknya, ia bertekad ingin merubah Haluan Hidup yang semula miskin dan terpinggirkan, namun punya cita-cita ingin membahagiakan kedua orang tua dengan mengumpulkan semangat bersekolah tinggi melalui beasiswa.

Semangatnya untuk memperoleh pendidikan dimulai dari SDN Montong Ara, sambil sekolah, Taisir menjadi pengembala Sapi, dibelikan Bapaknya kala itu.

“Saya banyak belajar tentang arti perjuangan hidup dan tidak malu mencari rumput. Begitu halnya mencari Jamur (tengkong) untuk mendapatkan uang sekolah kala itu, hingga saya tamat SD dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Lulus di sekolah dasar, Taisir melanjutkan ke sekolah SMPN 2 Kuripan. Disana Taisir mendapatkan beasiswa miskin berprestasi hingga lulus.

Setelah di SMPN 2 Kuripan, Taisir melanjutkan ke SMAN 1 Jonggat. Rezeki memang tidak akan kemana, disana Taisir dipertemukan dengan orang-orang yang sangat baik dan mau membantu.

Di Bangku SMA, ada beberapa program sekola bahwa, bagi siapa saja yang mendapat Ranking 1 dan 2 di kelasnya, maka Gratiss SPP selama 1 semester (enam bulan). Taisir pun mampu bersaing sesama pelajar disana hingga tamat.

Pasca tamat di SMAN 1 Jonggat, Taisir berkeinginan melanjutkan kuliah, ketika itu terkendala biaya karena terlahir dari keluarga tidak mampu.

“Sempat harapan saya pupus, darimana saya dapat uang untuk kuliah karena orang tua hanya Buruh petani dan saat itu mereka berdua sakit. Hingga akhirnya jalan Allah terbuka, saya mendapatkan beasiswa Bidik Misi di Universitas Mataram, satu-satunya Kampus negeri dan program ini baru pertama kali diluncurkan Pemerintah di tahun 2010,” kata Taisir terharu.

Kesempatan progam beasiswa bidik misi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Taisir. Dia bersungguh-sungguh menyelesaikan pendidikan dengan jurusan Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Akhirnya Taisir menyandang status Sarjana, ketika itu, ia banyak mendapatkan tawaran melanjut beasiswa S2. Tapi Taisir lebih berpikir untuk mengabdi bersosial masyarakat. “Percuma sarjana kalau tidak bermanfaat untuk banyak orang pikiran saya saat itu,” ujarnya dengan nada Sedih.

“Saya benar-benar ingin mengabdi dan akhirnya saya bergabung di pemerintah Desa Menemeng, melayani masyarakat dan saya juga menjadi penyelenggara pemilu tiga tahun terkahir untuk Pesta Demokrasi 5 Tahunan,” paparnya.

Bagi Taisir, Allah SWT adalah yang utama dalam hidupnya hingga dia berhasil sampai saat ini. Tidak lupa doa orang tuanya yang tidak pernah putus berdoa untuk kesuksesannya dan dia selalu mengatakan bahwa saatnya kaum Dhuafa itu Bangkit.

“Alhamdulillah Allah SWT selalu mengabulkan doa saya dan orang tua saya juga selalu suport dan kemudian dia mendaftar lagi dan dinyatakan lulus menjadi PNS,” tutupnya.(TN-red)

Related Articles

Back to top button