Novi akan Suarakan Kepentingan Kaum Perempuan dan Anak di Sumbawa, juga Bentuk Bale Mediasi

Sumbawa, Talikanews.com – Calon Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany menyambut, disetiap langkah silaturahim, selalu menyuarakan kepentingan kaum perempuan. Termasuk soal pemberdayaan perempuan didalamnya menyangkut kekerasan pada perempuan dan Anak.

“Saya selalu menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Karena kehadiran saya adalah mewakili kaum perempuan Sumbawa dan tentu menjadi prioritas. Termasuk ingin keberadaan bale mediasi,” ungkapnya, Jumat 30 Oktober 2020.

Sapaan Novi yang mendampingi H Mahmud Abdullah itu mengaku sangat menyambut baik keberadaan bale mediasi yang nantinya bisa memediasi segala jenis permasalahan sebelum masuk ranah hukum.

“Tentu kami sangat setuju. Jadi bale mediasi itu kita tidak hanya ada di Kabupaten, tapi juga bisa sampai di Kecamatan, bila perlu ada di desa-desa,” kata dia.

“Khusus persoalan kekerasan pada perempuan dan anak itu, jadi memang perlu ada payung hukumnya. Dan Insya Allah, ini akan menjadi salah satu perhatian fokus kami,” tegasnya menambahkan.

Tak lupa Novi mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Sumbawa. Karena, setiap langkah silaturahimnya selalu disambut hangat. Terlebih khususnya yang memberikan masukan demi kebaikan bersama untuk kedepannya ketika dirinya dan Haji Mo’ mendapat mandat dari masyarakat untuk memimpin Sumbawa.

“Kami (Mo-Novi) juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini sudah luar biasa dalam penerimaan atau penyambutannya selama kami bersilaturahim. Insya Allah, mari kita satukan langkah bergandengan tangan mewujudkan Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban,” ujar Novi.

Rencana program Mo-Novi menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak mendapat tanggapan positif dari salah satu tokoh pemberdayaan perempuan dan anak di Kabupaten Sumbawa.

Tokoh Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumbawa, Suten Sumarten mengaku, hal itu perlu didukung. Terlebih dalam membangun keselarasan melalui perjanjian kerjasama atau MoU dengan aparat penegak hukum (APH) dan organisasi yang konsen dengan pemberdayaan perempuan dan anak.

“Langkah pertama bangun MoU dengan APH dan organisasi yang konsen dengan pemberdayaan perempuan dan anak,” kata dia.

Selain membangun kesepahaman dengan APH dan organisasi terkait, kata Suten, juga pentingnya melakukan upaya preventif, edukasi, dan pelatihan kepada perempuan agar produktif, berdaya dan pemberian modal usaha.

Itu, sambungnya, sebagai upaya meredam tingkat kekerasan dan perkelahian anak anak. Harus diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

“Sala satu strategi yang paling bagus dan dianggap maksimal yakni berlakukan jam anak, lewat program magrib mengaji isya membaca,” ucapnya.

“Waktu magrib anak kembali kerumah masing-masing untuk mengaji dan beribadah, dan di waktu isya anak – anak belajar. Kalaupun mendesak harus keluar diwaktu tersebut anak anak hrs ditemani oleh orangtuanya atau anggota keluarga,” imbuh pendiri salah satu PAUD di wilayah Empang tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk mempertegas perlindungan itu, kedepan pasangan yang memiliki tagline “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban” itu diharapkan dapat mendirikan bale mediasi secara kelembagaan.

“Mo-Novi harus mendirikan itu (Bale Mediasi). Karena bale mediasi itu adalah penyelesaian masalah tanpa harus lewat kepolisian dan pengadilan. Kedepankan asas kekeluargaan, musyawarah dan mufakat,” sarannya.

Kalau ada persoalan perempuan dan anak, kasus dalam rumah tangga, perkelahian anak, itu bisa diselesaikan dulu di Bale Mediasi sebelum dibawa ke aparat penegak hukum.

Dia menyarankan bale mediasi itu nantinya dapat melibatkan para mediator berpengalaman, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.

“Jadi itu dalam mengisi secara kelembagaan,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button