Cemarkan Nama Baik, Dharo Jatun Laporkan Staf Khusus Gubernur ke Polda NTB

Mataram, Talikanews.com – Adanya dugaan pencemaran nama baik oleh oknum Staf Khusus Gubernur NTB juga relawan salah satu pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sumbawa, yakni Rusdianto. Dugaan pencemaran nama baik itu membuat Dharo Jatun harus melaporkannya ke Polda NTB, Senin 19 Oktober 2020, nomor laporan TBLP/ 53 / X / 2020 / Dit Reskrimsus.

Didampingi kuasa hukum, Febrian Anindita. Dharo Jatun langsung melapor ke Dit Reskrimsus dan diterima Bripka Agung Anom SH.

Dalam laporan Dharo Jatun merasa nama baik dicemarkan oleh Rusdianto melalui Jejaring group WhatsaAspp, dimana pelaku menyebarkan berita di group WA dengan menyebut nama dirinya dan mengatakan bahwa cafe amman adalah milik istrinya, sementara istrinya tidak memiliki usaha yang dimaksud

Akibat postingan itu berakibat istrinya mengira bahwa Dharo Jatun telah menikah lagi dan istrinya meninggalkan rumah.

“Atas postingan di jejaring group WA, saya merasa nama baik dicemarkan. Yang berakibat kepada keutuhan rumah tangga saya,” ungkapnya Selasa 20 Oktober 2020.

Dharo Jatun menyebutkan bahwa, Rusdianto tercatat sebagai staf khusus Gubernur bidang pengkajian kebijakan pembangunan daerah tahun 2020.

Oleh sebab itu, dia mengaku heran orang seperti itu bisa direkrut oleh Gubernur NTB sebagai staf khusus.

Ia meminta kepada Polda NTB serius menangani persoalan tersebut. Pasalnya, belakangan terakhir marak berita Hoax disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Sehingga membuat suasana tidak kondusif dan nyaman. “Persoalan kita minta jadi atensi serius Polda NTB,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Dharo Jatun, Febrian Anindita meminta kepada pihak kepolisian agar profesional dalam mengusut dan menangani laporan klain tersebut.

Sebab itu, Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian agar memeriksa Rusdianto. Karena pihaknya sudah menyampaikan alat bukti jelas.

Pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus itu hingga tuntas.”Persoalan ini akan kita kawal tuntas,” tegasnya.

Diungkapkan, Kasus ini berawal dari sebuah tulisan dengan judul ” jebakan Batman” yang dibagikan ke tiga group WA. Diantaranya, Sumbawa Satu, Pojok NTB dan Sasambo.

Tulisan itu tidak diketahui siapa penulisnya dan tidak pernah klarifikasi terhadap subjek penulisnya.

Dalam postingan menyebutkan terkait cafe Amman dan tulisan itu terkait konten di Pilkada Sumbawa.

“Yang bersangkutan juga kita ketahui adalah salah satu tim paslon di Pilkada,” kata dia.

Terkait hal itu, media ini konfirmasi Rusdianto yang memosting tulisan “Jebakan Batman”, dibeberapa group WhatsApp, enggan menanggapi.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, membenarkan ada pengaduan masuk dari Kuasa Hukum Dharo Jatun. “Masih pengaduan sifatnya Dinda, baru masuk,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button