Percepat Sistem Satu Data, DKP NTB Manfaatkan Aplikasi ‘Kobotool’ untuk Data Perikanan

Mataram, Talikanews.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB terus mendorong percepatan sistem satu data sektor Perikanan dan Kelautan di NTB dengan memanfaatkan aplikasi Kobotool.

Pemanfaatan teknologi digital menggunakan aplikasi pengumpul data “Kobotool” yang menjadi salah satu strategi percepatan tersebut, sudah dilakukan untuk pengumpulan data dan informasi terkait kondisi perikanan di kawasan Teluk Saleh, Sumbawa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, H Yusron Hadi mengatakan, pengupulan data secara komprehensif merupakan tahapan awal yang dilakukan dan perlu menjadi perhatian dalam upaya mendorong pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Teluk Saleh.

“Selaras dengan hal tersebut, saat ini Pelabuhan Perikanan Teluk Santong bersama dengan Penyuluh Perikanan di Teluk Saleh menginisiasi mekanisme pengambilan data, dengan melibatkan peran aktif masyarakat nelayan dalam pengumpulan data menggunakan salah satu perangkat aplikasi telpon genggam yang disebut Kobotool,” kata Yusron Hadi, Senin (12/10) di Mataram.

Menurut Yusron, kegiatan dilakukan pada tanggal 14-21 September 2020 telah dilaksanakan kegiatan pengenalan dan pelatihan penggunaan aplikasi Kobotool untuk pengambilan data perikanan berbasis masyarakat yang dilakukan di 6 desa pesisir yang terdapat di sekitar wilayah perairan Teluk Saleh yaitu Desa Kukin, Batu Bangka, Labuhan Kuris, Labuhan Sangoro, Labuhan Jambu dan Desa Teluk Santong.

Aplikasi Kobotool merupakan aplikasi yang umum digunakan dalam pengambilan dan pengumpulan data secara cepat dan mudah dari telpon genggam, tablet atau perangkat android lainnya. Aplikasi ini dapat digunakan di luar jaringan (luring) dan didalam jaringan (daring) saat melakukan pengiriman data. Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah data yang sudah dikirimkan dapat disajikan dengan cepat pada server kobotool dan dapat diakses secara bebas oleh semua pihak yang berwenang dalam pengelolaan data perikanan di NTB.

Yusron menjelaskan, kegiatan pengumpulan data menggunakan aplikasi Kobotool ini merupakan langkah awal yang dilakukan untuk mendapatkan satu data perikanan yang terintegrasi.

“Diharapkan dengan pendataan ini kita bisa memiliki satu data terkait Kelautan dan Perikanan di NTB, dan data ini dapat digunakan oleh semua pemangku kebijakan dalam menyusun rencana pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Provinsi NTB,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan yang dimulai dari kawasan Teluk Saleh ini akan terus dilakukan dan dikembangkan ke wilayah lainnya di NTB.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Teluk Santong, H Ruspono menjelaskan, dalam pelatihan tersebut ada 52 nelayan dan pelaku usaha yang terlibat dan berkomitmen secara sukarela, bersedia untuk melaksanakan pengambilan data hasil tangkapan yang didapatkan setiap harinya.

“Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Kobotool atau mencatat hasil tangkapannya pada buku logbook perikanan atau buku saku yang dimiliki masing-masing nelayan,” kata Ruspono.

Berdasarkan pemantauan dari server, sampai dengan tanggal 30 September 2020 data yang telah masuk atau dikirimkan berjumlah 96 trip dari 29 nelayan yang berasal dari 6 desa pesisir Teluk Saleh.

Kordinator PPL Teluk Saleh, Mainar Ika Asfanti menambahkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama dilakukan di NTB terkait pengambilan data.

“Diharapakan dapat memberikan hasil data yang akurat dan objektif, untuk digunakan sebagai acuan dan dasar dalam perencanan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Teluk Saleh,” katanya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button