PMII Lombok Tengah Aksi Tolak UU Ciptaker, DPRD Loteng Surati Istana Presiden

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Loteng menggelar aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang tetapkan oleh DPR RI, Selasa malam 5 Oktober 2020 kemarin, ke kantor DPRD Loteng pada Jumat 09 Oktober 2020.

Adanya aksi dari para mahasiswa tersebut, membuat DPRD Lombok Tengah Surati Istana Presiden.

Dalam orasi Ketua PMII Cabang Loteng, Siti Paridah menyampaikan sejumlah tuntutannya yakni meminta DPRD Kabupaten Lombok Tengah untuk menolak batalkan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang hanya akan merugikan masyarakat kecil terutama kaum buruh.

“Kami meminta kepada wakil kami untuk ikut menolak UU Cipta Kerja. Kalau itu disetujui dan ditanda tangani Presiden, maka wakil kami (DPRD) hati nuraninya sudah mati,” ungkapnya, Jumat 9 Oktober 2020.

Dia menegaskan, PMII juga kecewa dengan sikap pemerintah yang lebih mementingkan pembahasan RUU Cipta Kerja yang hanya merugikan kaum buruh ketimbang harus menuntaskan wabah covid-19 yang menghantui masyarakat.

Selain itu pengesahan RUU Cipta Kerja itu ditengah pendemi covid-19 yang mana masyarakat saat ini membutuhkan sandang, pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi pemerintah malah mengebiri hak-hak kaum buruh.

Menurut Parida, RUU Cipta Kerja ini akan mempermudah masuknya pekerja asing untuk bekerja ketimbang pekerja dari warga negara sendiri.

Parida juga mengecam jika tuntutan mereka tidak disampaikan oleh wakil rakyat maka, pihaknya akan dateng dengan masa yang lebih banyak lagi untuk menuntut UU Cipta Kerja itu dibatalkan.

“Jika tuntutan kami ini tidak disampaikan oleh wakil rakyat maka kami akan dateng dengan masa yang lebih besar lagi,” imbuh Parida.

Ketua DPR Lombok Tengah, M Tauhid saat menemui para demonstran menyanggupi apa yang menjadi tuntutannya untuk di sampaikan ke Presiden.

“Setelah saya mendengar tuntutan para demonstran saya berjanji akan menyurati istana sekarang juga untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan dan aspirasai adik adik Mahasiswa PMII,” jawab Tauhid

Demonstran melakukan sholat jenazah di tengah jalan raya sambil diguyur hujan | Talikanews.com
Demonstran melakukan sholat jenazah di tengah jalan raya sambil diguyur hujan | Talikanews.com

Tauhid juga mengakui bahwa dirinya sampai detik ini belum membaca UU Cipta Kerja itu secara utuh, jadi belum terlalu bisa memaknai apa yang tercantum didalamnya.

“Jujur saya belum baca secara keseluruhan, tapi kita akan pelajari,” tutup Tauhid.

Untuk di ketahui sebelum para demonstrasi di temui oleh pimpinan dan anggota DPRD para demonstran sempat terlibat saling dorong dengah aparat keamanan yang bertugas.

Para demonstran juga sempat melakukan sholat jenazah di tengah jalan raya sambil diguyur hujan, aksi itu menandakan hati nurani wakil rakyat telah mati. (TN-03)

Related Articles

Back to top button