Polda Siapkan Pemantauan Khusus Kontrol Pilkada di NTB, Sekda: Tak perlu Kehilangan Esensi Demokrasi di Tengah Pandemi

Mataram, Talikanews.com – Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, menyampaikan, Polda akan mengawal ketat jalannya Pilkada. Bahkan, telah menyiapkan pemantau khusus yang akan mengontrol jalannya kampanye Sehat agar sesuai peraturan yang ada. Jika Paslon kedapatan melanggar aturan yang ada, maka akan ada sanksi diberikan.

“Sebelum Pilkada digelar pada tanggal 9 Desember mendatang, sosialisasi masif akan digelar oleh seluruh pihak. Masyarakat bisa membantu kami bertanggungjawab terapkan protokol kesehatan 4 M, memakai masker mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumuman,” ungkapnya dalam dialog “Pilkada Kondusif dan Sehat” bersama KPU dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mataram, bertempat di Kantor KPU, 07 Oktober 2020.

Disatu sisi, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi mengatakan, pandemi Covid-19 tak menghalangi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk tetap digelar.

Namun tidak seperti hiruk pikuk pesta pada umumnya. Pesta demokrasi kali ini menuntut kreatifitas tinggi agar dapat beradaptasi dengan tatanan hidup normal baru, demi tetap menjaga esensi demokrasi di masa pandemi. Kampanye Sehat harus dijalankan dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat dan kampanye daring harus dimasifkan.

“Dengan segala keterbatasan semoga kita bisa menemukan ide kreatif untuk bisa menyelenggarakan pilkada tanpa perlu kehilangan esensi demokrasi di tengah pandemi,” kata Gita.

Gita menjelaskan, untuk mempertahankan esensi demokrasi di tengah pandemi diperlukan upaya-upaya yang integratif. Upaya integratif tersebut berupa kekompakan antara Pemerintah, KPU, pasangan calon (paslon) dan masyarakat untuk disiplin menjalankan Pilkada Sehat.

Pilkada Sehat tak sendiri tak ubahnya programnya Kampung Sehat yang sebelumnya telah sukses digalakkan, yakni steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. Kampanye Sehat sendiri telah dibungkus dalam lomba yang dikawal ketat oleh Polda NTB.

Tidak cukup sampai di situ, Sekda memaparkan, Paslon dan masyarakat mau tidak mau harus mampu memanfaatkan teknologi informasi khususunya sosial media dalam pesta demokrasi kali ini. Karena pandemi Covid-19 menuntut semua orang untuk mampu menggunakan tekhnologi. Kalau tidak maka akan banyak tertinggal.

Dengan memanfaatkan tehnologi informasi, masyarakat juga dinilai Sekda bisa lebih mudah untuk mengenali paslon yang akan dipilih, karena berbagai informasi yang lengkap bisa disuguhkan secara daring.

“Mari kita komitmen patuhi aturan yang dirancang Polda dan KPU sebaik mungkin. Agar pilkada berjalan aman, Covid-19 bisa kita kendalikan dan kita bisa segera produktif namun tetap aman menjalani hari kedepan,” jelas Sekda.

Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud menjelaskan, Pilkada serentak Provinsi NTB akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Para Paslon diminta untuk memanfaatkan kreatifitas dalam kampanye di tengah pandemi.

Para Paslon sendiri telah diberikan 20 akun sosial media yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Peserta kampanye pun maksimal dihadiri 50 orang dan dihimbau untuk dilakukan secara daring.

“Kalau daring peserta tak terbatas. Karena itu, paslon harus kreatif memanfaatkan sosial media,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button