DPRD NTB tetap Bersama Rakyat, Akan Perjuangkan Mencabut UU Cipta Kerja, Aksi Ricuh

Mataram, Talikanews.com – Hingga pukul 14.26 Wita, Ribuan mahasiswa Nusa Tenggara Barat masih menggelar aksi tuntut pencabutan Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI, Selasa Malam 05 Oktober 2020.

Melihat massa aksi yang tak kunjung membubarkan diri. Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda kembali temui massa aksi dan menyampaikan, DPRD bersama rakyat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat mencabut Undang-undang Omnibus Law.

“Kami bersama rakyat memperjuangkan aspirasi rakyat dan berjuang pencabutan Undang-undang Omnibus Law,” ungkapnya di depan para mahasiswa, Kamis 08 Oktober 2020, di jalan Udayana, Mataram.

Isvie mengatakan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat atau mahasiswa ini akan disampaikan ke DPR RI untuk kemudian disampaikan ke Presiden RI, Ir H Joko Widodo.

“Ini sangat penting kami sampaikan melihat keadaani se-Indonesia, sehingga DPR harus tegak terhadap keadaan ini,” kata dia.

Politisi Partai Golkar NTB ini berjanji akan langsung membawa Surat tuntutan mahasiswa ini ke Jakarta, bila perlu besok Jumat 09 Oktober dan berjuang supaya UU Omnibus Law itu di cabut demi kepentingan rakyat.

Namun, Isvie berjanji secepatnya berangkat ke Jakarta supaya apa yang menjadi aspirasi rakyat segera tersampaikan.

“Bila perlu kami akan langsung anter surat tersebut ke DPR RI supaya segera disampaikan juga ke Presiden,” tutupnya.

Mendengar janji ketua DPRD NTB itu, massa berteriak menunjukkan kebahagiaan atas ucapan Politisi Golkar itu.

Disatu sisi, pantauan media ini aksi tersebut ricuh, terjadi saling lempar antara massa dengan polisi. Beberapa fasilitas seperti gerbang kantor DPRD NTB dirusak. (TN-red)

Related Articles

Back to top button