Kondisi Pariwisata di Tiga Gili Lombok Utara memprihatinkan, Pelaku wisata tak Kehilangan Semangat

Lombok Utara, Talikanews.com – Angka kunjungan wisatawan ke Tiga Gili yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara memprihatinkan. Kalaupun begitu, para pelaku wisata di tempat itu tidak kehilangan semangat. Bahkan, terus membuat berbagai kegiatan untuk menarik perhatian wisatawan.

Adapaun kegiatan yang digelar pelaku wisata itu yakni training untuk housekeeping, front office dan 101 customer service, dilangsungkan Minggu 6 September 2020 di Gili Trawangan. Kegiatan ini digagas pihak trainer yaitu Dewa Adi Winata, Noor Ain Hussin dan Sumi yang disupport oleh Gili Sands dan Comforta dan juga Gili Hotels Association (GHA), yang selalu mensuport dan mendukung acara seperti ini.

“Total peserta yang awalnya di buka untuk 30 orang tetapi yang hadir lebih dari target mencapai 45 orang. Awalnya acara kita lakukan hanya untuk penduduk di Gili, tetapi setelah kita sebarkan flayer, malah mendapat peserta sampai dari daerah Dompu,” ungkap GM Gili Sands, Noor Ain Hussin.

Training untuk housekeeping, front office dan 101 customer service | Talikanews.com
Training untuk housekeeping, front office dan 101 customer service | Talikanews.com

Ain Hussin berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat atau tenaga muda yang ingin menambah pengetahuan dan memperbaiki wawasan hidup mereka. Agar di saat keadaan menjadi normal mereka ada pengetahuan supaya mendapat pekerjaan yang lebih bagus.

Ain Hussin menjelaskan, sebelumnya pelatihan seperti ini sering digelar. Namun materinya berbeda, kali ini mengadaptasikan ke arah new normal.

“Kita melatih mereka untuk menjaga jarak, memakai masker, kemudian bagaimana handle tamu dimasa pandemi, kalau mereka membersihkan kamar harus pakai masker dan desinfektan. Jadi perkara begitu yang kita terapkan dan kita tambahkan didalam materi ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, setelah era New Normal dan dibukanya kembali hotel di Gili untuk beroperasi, di setiap hotel, salah satu diterapkan yaitu certificate CHSE harus ada desinfektan, tempat cuci tangan, dan staff nya selalu menggunakan masker.

Ain menuturkan, saat ini kondisi pariwisata di Gili Trawangan dan Gili Air serta Gili Meno masih memprihatinkan. Angka kunjungan masih sepi, namun para pelaku wisata tetap tak kehilangan semangat.

“Untuk saat ini of course kondisi new normal ini sangat menyedihkan untuk kita yang berada di 3 gili, tapi seperti yang kita ketahui, tamu tidak dibenarkan masuk ke Indonesia untuk detik ini. Jadi kita berharap sekali dukungan dan support dari wisatawan lokal. kita selalu mengatakan “distance socially, support localy”,” tukasnya.

Ain Hussin berharap agar pemerintah lebih jelas dalam memberi petunjuk bagaimana program ini bisa dilanjutkan dan new normal ini kemana arahnya.

Hal ini ditegaskan supaya pelaku wisata membuat persiapan apa saja akan dilakukan karena, pasti lebih lama dan pasti impactnya lebih besar. “Kami berharap mendapat dukungan yang lebih kukuh dari pemerintah,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button