Bermodus Bisa Menggandakan Uang, Kakek Tua Cabuli Anak Temannya Berusia 16 Tahun

Mataram, Talikanews.com – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram, meringkus Kakek Tuan inisial JMR (58), warga Lingkungan Pagesangan Baru, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

JMR ditangkap lantaran mencabuli anak temannya sendiri sebut saja nama samaran “Bunga” yang masih berusia 16 tahun, bermodus bisa menggandakan uang.

“Pelaku kita amankan pekan lalu di Pagesangan Baru Kota Mataram,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu 2 September 2020.

Budi Astawa menceritakan kronologisnya, JMR dan orang tua korban kerap bertemu. Beralasan iba melihat kehidupan korban yang cukup kesusahan. Dijadikan kesempatan pelaku berbuat jahat. Pria asal Flores NTT itu mengaku kepada korban bisa menggandakan uang.

‘’Pelaku meminta temannya itu datang ke rumah bersama anaknya “Bunga”. Kemudian mulai bereaksi menggandakan uang dengan cara memasukkan uang di sebuah kardus. Dimana, uangnya bisa bertambah menjadi Rp 500 Juta,’’ tutur Asatwa.

Tidak cukup dengan itu, pelaku membuat syarat lain yakni Ayah “Bunga” disuruh membawa dua botol Air Mineral dan satu buah Kunyit.

Saat itu “Bunga” sedang bersama Ayahnya. Mata pelaku justru melihat lain diwajah “Bunga” yang masih cantik dan anggun. Ketika itu juga, timbul hasrat JMR untuk berbuat cabul.

Tak lama kemudian, “Bunga” diminta masuk kamar. Pelaku beepura-pura memulai ritualnya. Kunyit dikupas dan botol air mineral dibuka untuk dibalur ditubuh “Bunga”. Baju dan pakaian dalam “Bunga” dibuka.

Pelaku pun mulai mengerayangi tubuh korban. ‘’Pelaku juga menyentuh alat kelamin “Bunga”, katanya dia bisa merubah korban menjadi cantik dan akan membelikan “Bunga” hadiah,’’ kata Kasat.

Proses ritual bohongan itu selesai. “Bunga” pun keluar kamar dan sesampai rumahnya, “Bunga” bercerita kepada orang tuanya sikap bejat JMR.

Mendengar cerita anak gadisnya itu, orang tua “Bunga” naik pitam dan langsung melapor ke Polresta Mataram. Laporan itu diproses Kepolisian, tanpa menunggu lama, petugas mengamankan pelaku di Mapolresta Mataram untuk diperiksa lebih lanjut.

‘’Orang tua “Bunga” sangat marah dan melapor. Dari sana kita teruskan dengan meminta keterangan saksi-saksi. Sekarang kita masih amankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,’’ kata sapaan Kadek itu.

Hasil keterangan, JMR sengaja mengaku bisa menggandakan uang. Orang tua “Bunga” percaya karena JMR berjanji akan membelikan “Bunga” sejumlah barang berupa hand phone, gelang, kalung, cincin dan perlengkapan sekolah.

“Tapi semuanya itu hanya modus bejat pelaku,” tuturnya

Akibat perbuatannya itu, JMR terancam dijerat pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 sebagaimana atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

‘’Korban terlena dengan iming-iming pelaku. Padahal dia mau berbuat bejat,’’ kata dia.

Setelah melalui pemeriksaan, di depan petugas JMR mengakui semua perbuatannya. Bahkan, menceritakan tidak bisa menggandakan uang. Merasa tertarik ke “Bunga” pada pertemuan pertama kali.

Sejak itu hasrat JMR timbul kepada “Bunga”. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memperdaya orang tua “Bunga” yang lagi kesusahan ekonomi.

‘’Saya tidak bisa menggandakan uang. Itu hanya modus saja. Sejak bertemu “Bunga” pertama kali hasrat saya sudah ada. Itu disebabkan Istri saya sudah meninggal tujuh tahun lalu,’’ pungkas Kadek menceritakan pengakuan JMR. (TN-red)

Related Articles

Back to top button