Sebanyak 2,7 Juta Masyarakat NTB Aktif Medsos, Gede: Teknologi Informasi sarana Vital di Tengah pandemi

Mataram, Talikanews.com – Dari 5,4 juta masyarakat NTB, sebanyak b2,7 juta orang di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial. Ini menunjukan animo masyarakat cukup besar dan perlu dibarengi dengan literasi atau edukasi digital yang baik. Sehingga masyarakat bisa aman dan tetap produktif menggunakan sosial media di masa pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, teknologi informasi menjadi sarana vital di tengah pandemi covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk banyak berkegiatan di rumah saja. Pemanfaatannya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri sudah semakin berkembang.

“Animo masyarakat menggunakan media sosial di tengah pandemi ini besar. Kedepan perlu edukasi lebih luas cara memanfaatkannya yang efektif dan produktif,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, di daring Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital bertajuk “Aman dan Produktif Dengan Adaptasi Kebiasan Baru di Internet”, diruang kerjanya, Rabu 2 September 2020.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB menjelaskan, literasi digital masyarakat itu penting untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga membantu percepatan penangan bencana.

Khususnya saat bencana non alam pandemi covid-19 ini. Dimana, banyak disinformasi atau hoax beredar yang mengakibatkan masyarakat menjadi kurang disiplin hingga abai terhadap protokol kesehatan covid-19.

“Jika pemahaman literasi digital masyarakat baik. Masyarakat akan mencari informasi melalui sumber terpercaya. Karena itu, edukasi pentingnya literasi digital ini sangat penting,” kata dia.

Menurut Gede, untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi digital diperlukan kerjasama semua pihak, baik akademisi, praktisi, hingga komunitas penggiat teknologi informasi. Edukasi yang diberikan pun harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Seperti acara Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital yang digarap ICT Watch yang bekerjasama dengan Universitas Mataram, Kementerian Kominfo RI, dan berbagai stake holder tehnologi informasi terkait.

Pada saat itu juga, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Semuel A. Pangerapan, memaparkan pentingnya perlindungan data pribadi di era media sosial saat pandemi ini.

Namun, banyak masyarakat masih abai untuk melindungi data pribadinya. Dibuktikan dengan masih banyaknya warganet yang tanpa sadar membagikan data pribadi pada akun sosial medianya. Pemerintah sendiri telah membuat Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk agar data pribadi masyarakat di sosial media bisa tetap aman.

“Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di tengah pandemi. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang baik terkait hal ini,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button