Banyak Tak Punya Hand Phone, Murid SDN Mesanggok Kesulitan Belajar Daring

Lombok Barat, Talikanews.com – Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mesanggok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat kesulitan belajar secara Daring karena banyak yang tidak memiliki Hand Phone.

Disatu sisi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran nomor 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari Rumah, dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Surat Edaran nomor 15 ini untuk memperkuat SE Mendikbud nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat coronavirus disease.

“Metode dan media pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) ini dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh yang dibagi dalam dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Tapi, kami mengalami kendala karena banyak murid tidak punya HP,” ungkap Kepala SDN 1 Mesanggok, Nasri, Selasa 1 September 2020.

Dia menjelaskan, dalam metode pembelajaran daring ini sebenarnya tidak efektif karna kendala yang kita alami banyak siswa yang tidak punya HP android, apalagi yang ada di kampung-kampung.

Nasri mengaku, jika wacana Kementerian Pendidikan dan kebudayaan diberlakukan, tetap saja tidak efektif, karena kendalanya siswa tidak punya HP. “Kemana kita isikkan kuota internet itu,” kata dia.

Oleh sebab itu lanjutnya, untuk sementara masih menggunakan metode pembelajaran luring, yang dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah kelas atau siswa.

“Kadang, satu kelas itu kita bagi 10 orang setiap kelompok, paling sedikit 5 orang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lombok Barat, H. Nasrun menyampaikan hal serupa.

“Jadi masa transisi New Normal ini sampai tanggal 13, maka akan di buat aturan baru setelah mendapat persetujuan dari Gubernur. Setelah itu kita sepakat dengan semua kepala Dinas yang ada di NTB ini, insyaallah kebijakan kita sama,” ujarnya.

Untuk Pembelajaran via daring yang dinilai tidak efektif, Nasrun menjelaskan bahwa, dalam keadaan darurat seperti ini, kurang vbagus bicara efektif atau tidak, yang penting jalan dulu.

“Ya memang, gak bisa sih efektif keadaan darurat namanya. Dalam keadaan darurat gak bisa kita berbicara efektif dan tidak efektif nya, tuntas atau tidak tuntasnya. Yang penting kita jalan aja dulu sesuai dengan apa yang di anjurkan pemerintah,” tegasnya.

Terkait dengan wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) untuk memberikan kuota gratis bagi siswa atau siswi? Nasrun mengaku belum terima surat edaran, masih informasi.

“Kita terima informasi dari berita saja, belum resmi. lnsyaallah apa yang menjadi keluhan itu akan di perjuangan, semoga saja cepat keluar surat edaran resmi,” tutupnya (TN-08)

Related Articles

Back to top button