Kasat Pol PP NTB Bertemu Arif dan Meminta Maaf, Ini Kesalahpahaman

Mataram, Talikanews.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB, Drs.Tri Budi Prayitno bertemu Arif yakni salah seorang wartawan yang diduga di intimidasi oknum Satpol PP saat aksi bela Palestina di kantor Gubernur, Senin 24 Agustus 2020.
Pertemuan sapaan Yiyit dengan Arif pada
Selasa 25 Agustus 2020, untuk menemukan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara media dengan Anggota Satpol PP yang bertugas menjaga aksi demonstrasi saat itu.
“Saya unsur pimpinan Satpol PP meminta maaf kepada teman-teman wartawan atas insiden kesalahanpahaman yang terjadi antara anggota saya dan saudara Arif wartawan Radar Mandalika kemarin,” ungkapnya.
Kesalahpahaman tersebut terjadi karena anggota yang bertugas beranggapan bahwa Arif adalah salah satu pendemo yang memaksa diri untuk menerobos pagar. Saat itu ia tidak mengetahui bahwa Arif adalah seorang wartawan yang sedang bertugas meliput aksi.
Yiyit mengaku bahwa insiden tersebut merupakan suatu hal yang tidak diduga-duga, karena pada saat itu terjadi gesekan antara massa aksi dengan petugas Satpol PP yang berusaha mengamankan oknum yang diduga melakukan provokasi.
“Situasi saat itu kraudit, saling dorong, terus ada teriakan bakar-bakar, kami takut itu menjadi pencetus kericuhan, maka dari itu, kami amankan salah satu pendemo yang berteriak tersebut,” terangnya.
Atas kejadian tersebut, Kasat Pol PP mengatakan akan terus melakukan pembenahan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali kedepannya.
“Sekali lagi mohon maaf kami sampaikan kepada teman-teman wartawan, seluruh aliansi media atas kejadian ini,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, salah seorang anggota Satpol PP yang bertugas saat itu juga meminta maaf secara langsung kepada Arif dan para wartawan yang hadir atas kesalahanpahaman yang terjadi.
Wartawan Radar Mandalika, Arif mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan kejadian tersebut. Ia meminta kepada Kasat Pol PP agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Sirtupilaili yang mendampingi Arif dalam pertemuan tersebut mengapresiasi permintaan maaf yang dilakukan Satpol PP, ia berharap kedepannya hal ini tidak akan terulang kembali.
Agar tidak terjadi kembali insiden seperti itu, Sirtu menyarankan kepada para wartawan agar selalu memakai kartu identitas saat melaksanakan tugas agar dikenali. “Kejadian ini menjadi koreksi bagi kita semua kedepannya, sebaik-baiknya kita adalah kita yang saling memaafkan,” tuturnya.(TN-hms)





