Aruna Senggigi Resort & Convention Gelar Event Hidupkan Senggigi di Masa Pandemi Covid-19

Lombok Barat, Talikanews.com – Aruna Senggigi Resort & Convention kerap menjadi arena meeting yang menyajikan aneka kegiatan produk unggulan Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang digelar Aruna Senggigi telah mulai menghidup kembali pasar pariwisata di Lombok Barat, di masa pandemi Covid-19.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Weni Kristanti menyampaikan bahwa, Aruna telah banyak menyajikan event untuk menghidupkan Senggigi di masa pandemic Covid 19 ini.

“Kita mencoba memperkenalkan promo-promo terbaru di Aruna, salah satunya adalah Asbaq (Aruna Skewer Barbaque, red). Di sini pun kita mengedepankan protokol kesehatan yang tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan bersama,” ungkap Weni, Selasa 25 Agustus 2020, sambil mengatakan, akan ada sajian live music pada event ini, namun tetap mengacu protokol kesehatan.

Weni menjelaskan, selain Asbaq yang berbudget Rp 98 ribu untuk seluruh makanan yang bisa dinikmati pengunjung, Hotel Aruna juga menawarkan SATE-r Day di setiap hari Sabtu di Kayumanis Rooftop dan Pasar Malam Aruna Senggigi di Sea View Restoran, setiap hari Minggu.

“Untuk Pasar Malam, kami menawarkan aneka menu pilihan mulai dari harga 10 ribu rupiah. Harga yang terjangkau dan menu yang bervariasi menjadi daya pikat utama program ini sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan,” tutur Weni.

Kegiatan yang menghidupkan pariwisata juga dilakukan Hotel Montana Premiere, yang menyajikan sajian makanan Restaurant dan kamar, harga relatif terjangkau.

“Kami hanya ingin mengubah mindset orang-orang bahwa hotel itu mahal, sehingga kita membuat beberapa paket yang memang bisa dijangkau oleh semua kalangan, seperti paket renang,” kata Sales Marketing Montana Premiere, Amalia Kusumasari, ketika berkunjung ke Kantor Dinas Pariwisata Lombok Barat, Senin 24 Agustus 2020, sambil menunjukkan paket Wet and Dining yang harganya hanya Rp. 30.000,- dan paket Wet and Dining yang menyajikan sensasi menonton di Bioskop.

“Dengan menyulap meeting room menjadi seperti ruang theatre, Montana menawarkan Cinamon Package (Cinema at Montana) dengan harga hanya Rp. 15.000,” ungkapnya.

Dengan harga itu lanjutnya, pengunjung akan dimanjakan dengan sensasi menonton film bioskop sambil disajikan minuman dan penganan kecil. Cinamon diselenggarakan di setiap hari Jum’at sampai Minggu antara pukul 20.00 sampai 22.00 WITA.

Tidak mau kalah, Hotel Puri Mas juga banting harga sesuai kondisi pandemi penyesuaian untuk semua fasilitas.

“Kita terpaksa melakukan penyesuaian agar bisa bertahan dengan kondisi ini,” ucap salah satu staf, Taufik.

Dia mencontohkan, harga villa yang terpaksa mereka pangkas agar bisa menarik pengunjung. Hotel yang pangsa pasarnya rata-rata adalah pasangan bulan madu dan di era sebelum Covid sangat disukai oleh wisatawan asal Korea Selatan itu, pun harus kreatif menyajikan fasilitas lain.

Bekerja sama dengan Bagoes Divers, Hotel Puri Mas menyajikan penawaran gratis latihan menyelam di kolam renang miliknya.

“Di hotel kami, kami offering benefits untuk free introductory pool dive, setiap hari Sabtu start pukul 15.00-18.00,” kata General Manager Hotel Puri Mas, Dewa Wija.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata, Lombok Barat, H. Saepul Akhkam apresiasi langkah para pelaku pariwisata tersebut. “Kreativitas hotel di Senggigi dalam menyajikan event di masa pandemi perlu di apresiasi,” ujarnya.

Dia mengaku, masa pendemi Covid 19 ini benar-benar telah sukses membuat para pelaku pariwisata di Lombok Barat memutar otak. Setelah tidak beroperasi sejak Maret hingga akhir Juni 2020 lalu akibat ditutup oleh pemerintah, para pengusaha dan pelaku pariwisata membuka aneka kegiatan operasional usahanya.

“Pasca adanya Perbup nomor 50 tahun 2020, kita memperkenankan usaha pariwisata beroperasi. Tapi, tidak untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition, red). Termasuk untuk Spa, Room Karaoke, dan Gym. Namun, mengacu SE nomor 973/156.2/Dispar/2020 tanggal 11 Agustus 2020, semua usaha jasa pariwisata dan tempat rekreasi yang memiliki pengelola, dipersilahkan beroperasi asalkan menerapkan dengan ketat protokol kesehatan. Kita tidak ingin main-main dengan penyebaran virus berbahaya ini,” tegas dia.

Dikatakannya, seluruh sektor usaha kepariwisataan di Kabupaten Lombok Barat sudah mulai menggeliatkan usahanya, termasuk hotel-hotel untuk MICE dan bahkan tempat hiburan malam di Kawasan Senggigi.

Menurutnya, yang masih tertatih-tatih yakni bisnis travel atau agen perjalanan akibat belum normalnya penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Lombok.

“Itu mengapa kita mengajak para pelaku usaha kepariwisataan di Lombok Barat untuk menyasar pasar lokal. Masyarakat kita di Pulau Lombok ini diyakini ingin menikmati suasana yang berbeda dari rumah dan lingkungannya. Untuk itu penting bagi semua pelaku usaha untuk menawarkan berbagai atraksi yang variatif dan menarik,” ujar Akhkam.(TN-red)

Related Articles

Back to top button