Putus Penyebaran Covid-19, Istri Gubernur NTB Gencarkan “Gebrak Masker”

Mataram, Talikanews.com – Untuk memutus penyebaran Covid-19, Istri Gubernur NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah belusukan ke setiap dusun yang ada di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat, untuk mengampanyekan Gerakan Bersama Pakai Masker atau “Gebrak Masker”.
Ketua Umum Tim Penggerak PKK Provinsi NTB ini menegaskan, dirinya siap bersinergi dan “all out” untuk memasifkan “Gebrak Masker” di NTB. Termasuk bersinergi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).
“Alhamdulillah, PKK bisa bersilaturahim dan bersinergi dengan IKAPTK, khususnya untuk sukseskan Gebrak Masker di seluruh NTB,” ungkapnya saat menerima silaturahim rombongan pengurus IKAPTK NTB, Sabtu 15 Agustus 2020, di Pendopo Gubernur.
Dia menyebut, IKAPTK sendiri merupakan organisasi yang mewadahi seluruh alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terdiri dari alumni APDN, STPDN, IIP dan IPDN. Di NTB sendiri, alumni IKAPTK telah menyebar di seluruh level pemerintahan mulai dari Provinsi, kabupaten /kota, kecamatan hingga kelurahan.
Untuk itu, dirinya meyakini bahwa sinergi dan kerjasama ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat NTB. “Jumlah penderita Covid-19 makin besar, namun masyarakat kita mulai lalai menggunakan masker. Ini kita lakukan bersama-sama, demi masyarakat NTB,” kata dia.
Niken merencanakan, tanggal 17 Agustus nanti, bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke-75, PKK bersama IKAPTK akan mulai menyebar ribuan masker dari Ampenan Mataram hingga Sape, Bima. Sebagai langkah awal, sekitar 5000 lebih masker akan disebar di tiga titik di kota Mataram. Dimulai di Kelurahan Sayang-Sayang, dan dilanjutkan di kelurahan Banjar dan Kelurahan Jempong.
“Kita akan” door to door” ke rumah-rumah. Memastikan warga punya masker.
Tidak hanya masker dewasa, juga akan disebar masker untuk anak. Idealnya, masing-masing warga harus punya minimal 4 buah masker,” jelasnya.
Niken menambahkan, PKK mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah sangat serius dengan Gebrak Masker ini. Target PKK dari tingkat nasional adalah menyebar 500 juta masker. “Artinya minimal setengah penduduk Indonesia harus sudah punya masker,” ujarnya.
Niken berharap, kegiatan “Gebrak Masker” ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan, khususnya di masa pandemi ini. “PKK senang sekali, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik” tutupnya.
Pengurus IKAPTK NTB, Baiq Zuhar Parhi menyatakan kesiapannya dalam mensukseskan “Gebrak Masker” di NTB. “Sesuai dengan surat dari Mendagri, IKAPTK di seluruh kab/kota di NTB juga bergerak” tegasnya.
Disatu sisi, Puguh Mulawarman, yang merupakan anggota IKAPTK, meyakini bahwa target pembagian masker adalah mereka yang benar-banar membutuhkan, karena pandemi Covid-19 ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat.
“IKAPTK dan PKK kita bergerak kesana untuk menyentuh daerah marginal, pesisir dan permukiman padat. Jangankan untuk beli masker, pakai masker saja susah. Kita mendukung pemerintah melawan Covid-19” tutup Puguh. (TN-red)





