Diduga “Broken Home”, Pemuda 16 Tahun di Lombok Gantung Diri

Foto: Ilustrasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Khaerudin Anam (16) warga Bebie Lauk Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, meninggal dunia akibat gantung diri, lantaran diduga broken home.

Khaerudin Anam diduga gantung diri di sebuah berugak (saung, red) sekitar pukul 22.00 Wita, pada Sabtu malam 15 Agustus 2020. Diketahui dia nekat mengakhiri masalah hidupnya dengan menggantung diri di sebuah rumah.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah. AKP. Priyo Suhartono membenarkan kejadian tersebut, pada Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 sekitar pukul 22.00 Wita berdasarkan keterangan saksi yakni H. Hafifudin.

Dimana, saksi mendengar suara teriakan dari rumahnya dengan ungkapan ada orang yang gantung diri.

“Keterangan sementara saksi membenarkan kejadian itu. Seketika, saksi langsung menuju lokasi yang berjarak tidak jauh dari rumahnya,” tutur Priyo, Minggu 16 Agustus 2020.

Begitu saksi tiba dilokasi, menemukan Korban dalam keadaan Selonjoran dan langsung berinisiatif menurunkan korban dari tempat korban gantung diri.

“Itu dilakukan saksi, harapan bahwa korban masis dalam kedaan bernyawa dan langsung di bawa Ke rumah Sakit Islam Yatofa. Setibanya di RSI Yatofa, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” terang Priyo.

Priyo mengatakan, atas kejadian tersebut keluarga korban menerima atas musibah yang menimpa dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Korban tidak memiliki rekam jejak penyakit gangguan jiwa. Dugaan sementara, korban melakukan hal demikian karena masalah lingkup keluarga (broken home).

“Mengenai surat pernyataan penolakan autopsi dari keluarga korban, menyusul,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button