Infrastruktur Jalan Desa Tetangga Lebih Mentereng, Kades Seraga Minta Perhatian

Lombok Tengah, Talikanews.com – Desa Seraga Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu Desa terpencil yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat.

Melihat pembangunan infrastruktur ruas jalan antara Desa Seraga dengan Desa tetangga yang ada di Lombok Barat, justru Desa yang masuk wilayah Lombok Barat terlihat lebih mentereng. Sebaliknya ruas jalan menuju Desa Seraga layaknya jalan masuk menuju hutan yang berlubang dan berdebu.

Kondisi dan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah itu membuat Kepala Desa Seraga, Herman Yadi meminta Pemda Loteng untuk memproritaskan jalan Kabupaten mulai dari Desa Pelambek hingga Seraga.

“Karena kondisi jalan menuju Desa kami sangat memprihatinkan maka, saya mohon kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan jalan itu di anggaran tahun 2021, karena merupakan akses perekenomian masyarakat,” ungkapnya.

Herman mengaku, sudah tiga kali Pemerintah Desa mengajukan proposal ke Dinas PUPR, minta agar ruas jalan dimaksud mendapatkan perhatian. Tapi, sampai hari ini pengerjan jalan itu belum direspon.

Kendati demikian, dirinya bersyukur ada program Bupati yakni sambang desa sehingga, secara langsung Bupati selaku kepala pemerintah daerah melihat dan merasakan kondisi jalan yang selama ini di lalui masyarakat itu.

“Mudah mudahan setalah Bupati dan jajarannya meninjau desa yang ada di Seraga beberapa hari lalu merasakan bagaimana mana susahnya masyarakat kami dengan akses jalan berlubang dan berdebu dilalui selama puluhan tahun itu, parahnya lagi ketika masuk musim hujan,” ujarnya

Herman menambahkan, karena ingin kondisi jalan itu tidak semakin parah, dirinya justru berinisiatif pinjam alat berat ke Pemda kemudian melakukan penimbunan dan pelebaran bersama Masyarakat.

“Dulu pemerintah beralasan jalan ini terlalu kecil jadi tidak bisa di kerjakan tetapi sekarang jalan itu sudang kita perlebar, artinya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak diperhatikan,” imbuh Herman

Sebelumnya lanjut Herman, pemerintah desa sempat menganggarkan pengerjaan Lapen atau aspal biasa terhadap ruas jalan sepanjang 2000 meter di desa tersebut. Hanya saja tertunda Lantaran anggaran yang bersumber dari Dana Desa itu dialihkan untuk program BLT DD.

“Tahun ini semua progam pengerjaan jalan desa dalam bentuk lapen tertunda tetapi tahun depan itu menjadi prioritas kita lagi,” tutupnya (TN-03)

Related Articles

Back to top button