Virus Corona Masuk Perkantoran, Sekda NTB Ingatkan ASN Disiplin Protokol Kesehatan

Mataram, Talikanews.com – Penyebaran Virus Corona bukan hanya terjadi di fasilitas umum saja, namun mulai masuk lingkungan kerja dan perkantoran. Hal itu membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, mengingatkan lingkungan perkantoran pemerintah maupun swasta untuk serius menegakan protokol kesehatan Covid-19.

“Informasi dari media nasional, salah satu tajuk hangatnya, Covid-19 mulai mengganas diperkantoran,  ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” ungkapnya saat silaturahim dengan Forkompimda Provinsi NTB.

Dia menegaskan, artinya, epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran. Oleh karena itu, pegawai yang saat ini bekerja kantoran di ingatkan agar semakin waspada dan berhati-hati.

Bahkan, beberapa tenaga kesehatan (Nakes) di NTB ada yang terpapar akibat kelelahan menangani pasien serta kurangnya tim medis yang khusus menangani covid.

“Sehingga RSUD Provinsi NTB merekrut Nakes sebagai tenaga tambahan agar mampu menangani penderita covid,” kata Gite.

Gite mengatakan, ada empat poin untuk menekan epicentrum perkantoran sesuai himbauan pemerintah pusat. Pertama, peserta rapat atau pegawai yang bekerja dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat. “Sehingga Thermogun harus dipersiapkan untuk mengukur suhu badan pegawai yang masuk bekerja atau ikut rapat,” tegasnya.

Kedua, saat rapat tetap disiplin menggunakan masker. Selama rapat masker tidak boleh dibuka, termasuk tidak dianjurkan untuk menyiapkan sajian makan minum.

Ketiga, materi yang disampaikan harus ringkas. Tidak terlalu banyak pembukaan dan sambutan. Tetapi langsung ke poin dan inti rapat.

Ke empat, durasi rapat tidak boleh terlalu lama. Paling lama satu jam dan setelah selesai rapat langsung bubar. Karena kata Sekda, ruang tertutup bukan ruang yang sehat selama Covid-19 ini ada.

Gite mengajak semua pegawai perkantoran untuk menjadi terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. Disiplin bekerja dan beraktifitas dengan menerapkan protokol Covid-19.

Disatu sisi, Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan masih banyak persepsi tentang pandemi Covid-19 ini dimaknai berbeda. Ada yang tidak percaya, mengganggap konspirasi dan lain sebagainya.

“Kalau saya memaknainya Covid-19 sekarang telah menjelma seribu wajah, Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi,” katanya.

Perkembangan Covid-19 semakin hari kian bertambah. Belum ada penurunan drastis yang terjadi. Ada potensi penularan dari orang ke orang. Data terbaru bahwa pasien positif sebanyak 1.986 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 110 orang.

Menurutnya, Covid-19 ini bisa berakhir apabila kita menerapkan disiplin dengan ketat, namun tetap produktif. “Tergantung kita sekarang, kalau mau pandemi cepat berlalu maka disiplin menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, dr Fikri mengajak semua pihak untuk terus melakukan promosi dan edukasi tentang penerapan protokol Covid. Tidak terkecuali semua elemen dari lembaga pemerintah maupun swasta. “Ini harus gencar kita lakukan,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button