
Mataram, Talikanews.com – Salah seorang anggota Komisi II DPRD NTB, H Misbach Mulyadi punya mimpi branding Kopi di NTB supaya punya komunitas internasional.
“Saya ingin sekali bikin rumah Kopi NTB, kemudian branding produk Kopi kita menjadi produk ekspor negara lain,” ungkapnya, Selasa 7 Juli 2020, di Mataram.
Dia mengutarakan alasan ingin branding Kopi yang ada di NTB misalnya, kalau masih bicara Lombok, jelas Kopi itu hanya dikenal sampai di Lombok saja, sehingga perlu dipikirkan caranya supaya bisa jadi pemain internasional di bidang Kopi.
“Disini Pemerintah Provinsi harus punya keinginan yang sama dengan pelaku UKM, pecinta Kopi. Jika itu mampu dilakukan maka, mimpi itu tidak yang susah,” kata dia.
Politisi Partai Golkar itu mencontohkan saat kunjungan kerja Komisi II DPRD NTB ke Jawa Barat (Jaba). Pemerintah setempat begitu semangat keluarkan produk Kopi nya yang berkelas ekspor berasal dari Gunung Puntang, yang dijual di Cafe Sejiwa di Bandung.
“Awalnya Kopi itu dikenal, saat pak Presiden RI Joko Widodo mencoba, kemudian di vlog sambil menyebut bahwa Kopi itu terbaik di dunia, setelah itu langsung viral dan harganya melonjak drastis,” kata dia.
Misbach menambahkan, regara di branding pak Jokowi kopi tersebut semula harganya Rp 120 ribu per kilogram, kini tembus Rp 2 juta.
Bicara Kopi NTB lanjut Misbach, sangat miris bahkan menangis karena, kalau pun daerah ini memiliki puluhan ribu hektare kebun Kopi, namun tidak ada dalam peta secara nasional. Kalah oleh Bali dan NTT.
“Kalau tidak punya nama, bagaimana mau cari pasar, padahal NTB punya banyak Kopi terbaik akan tetapi tidak punya branding,” cetusnya.
Misbach menyebut beberapa Kopi milik NTB yang tidak kalah dengan Kopi daerah lain seperti Kopi Tambora, Kopi Tepal Sumbawa, Kopi Sembalun, Kopi Sajang dan Kopi lainnya. Rasa dan nikmat Kopi tersebut tidak kalah dengan Kopi milik provinsi lain, hanya saja Kopi NTB ini belum di branding maksimal oleh pemerintah daerah sendiri.
“Saya sudah lama sounding rencana branded Kopi itu, masih menunggu moment tepat dan koordinasi dengan pemerintah daerah,” tutupnya sembari mengatakan, dirinya dulu sempat punya ide bangun home stay untuk mendukung keberadaan Kawasan Mandalika Resort Loteng. Alhamdulillah sudah direalisasikan oleh Kementerian PUPR, tapi apakah mungkin idenya itu dipakai atau tidak, dirinya tidak mengetahuinya, yang jelas home stay itu sangat bagus. (TN-red)