Daerah

Ratusan Anak NTB Aksi Tolak dan Minta Batalkan RUU HIP, DPRD Udayana Mendukung

Mataram, Talikanews.com – Aliansi Nasional Anti Komunis Nusa Tenggara Barat (Anak NTB) gelar aksi menolak dan meminta supaya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila di batalkan.

Aksi penolakan bertema “Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme”, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pimpinan Organisasi/LSM itu berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Jl. Udayana No.11 Mataram, Minggu 5 Juli 2020

Koordinator Lapangan oleh Lalu Pujo Basuki Rahmat didampangi H Lalu Mujitahid yang merupakan Bupati pertama Lombok Barat itu menyampaikan, aksi ini dilakukan bentuk menolak RUU HIP yang dianggap akan merongrong Pancasila dan UUD 1945 secara legal.

“Kami minta wakil rakyat yang ada di Udayana ini supaya sampaikan penolakan ini ke pemerintah pusat melalui DPR RI, karena RUU HIP akan merongrong Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.

Terhadap apa yang disampaikan massa aksi, Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi, memaparkan bahwa, DPRD NTB memandang Pancasila sebagai Ideologi Negara, Norma tertinggi, Norma Konstitusi dengan Kandungan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial, merupakan “gentlemen’s agreement, kalimatu sawa” yang sudah diterapkan para founding fathers, sudah final dan tidak perlu diatur lagi dalam Undang-undang karena berpotensi meruntuhkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 asal Lombok Timur Dinyatakan Sembuh

Politisi Gerindra di DPRD NTB ini menambahkan, dengan mempertimbangkan kondisi sosial RUU HIP yang ditolak oleh berbagai elemen masyarakat, pertimbangan filosofis RUU HIP ini justru mendegradasi Pancasila sebagai ideologi negara dan secara yuridis, Pancasila tidak layak diatur dalam Undang-undang.

“DPRD Provinsi NTB ikut menolak RUU HIP ini dilanjutkan untuk dibahas di DPR RI dan meminta Badan Legislasi DPR RI dan Pemerintah untuk mengeluarkan RUU HIP ini dalam Program Legislasi Nasional,” tegasnya.

Aksi ratusan Anak NTB bersama beberapa tokoh itu diterima H. Muzihir, H. Abdul Hadi, H. Sambirang Ahmadi, Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, Kabag Persidangan dan Kasubbag. Humas PP Sekretariat DPRD NTB dan Danrem 162 Wirabhakti Brigjen TNI Ahmad Riza Ramdhani dan Kapolres Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto. (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close