Daerah

Sebut Sponsor “Bajingan”, LFPPD Lombok Kecam Kepala BP2MI, Ancam Aksi ke Istana

Lombok Tengah, Talikanews.com – Lembaga Forum Perlindungan Pahlawan Devisa Lombok (LFPPDL) Nusa Tenggara Barat kecam penyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani yang menyebut sponsor (petugas lapangan) “bajingan” yang tersebar di video.

Ketua LFPPDL, Lalu Pekim Marzuki Yahya menyayangkan sikap dan ucapan yang dilontarkan seorang pejabat negara yang menyebut sponsor Pekerja Migran Indonesia (PMI) “bajingan”. Terlebih menuduh sponsor memotong gaji para pekerja setiap bulannya.

“Ucapan pak Denny Ramdhani itu telah membuat para petugas lapangan (PL) PJTKI se-Indonesia merasa tersakiti bahkan merasa di hina. Oleh karenanya, Kami dari LFPPDL mengecem kalimat yang tidak layak di lontarkan seorang pejabat negara,” ungkapnya, Kamis, 02 Juli 2020

Dia mengaku, PL itu sangat mengedepan rasa kemanusiaan sebelum rekrut CPMI. Terlebih background para pengurus LFPPDL eks TKI sehingga, apa yang dirasakan CPMI saat ini sudah di rasakannya.

“Apa yang kami lakukan selama ini adalah untuk membantu saudara-saudara kami yang membutuhkan bantuan dan perlu juga di ketahui, masyarakat Indonesia pada umumnya banyak yang belum memeiliki KTP, KK, Akte Kelahiran. Artinya, secara tidak langsung kami para PL telah membantu mereka mengurus dan memeroses syaratnya sekaligus membantu pemerintah soaialisasikan pentingnya identitas sebagai WNI,” kata dia.

Baca juga :  Pemdes Ubung Tahun Ini Pembangunannya Lebih Ke Program fisik

Marzuki Yahya menjelaskan, tugas PL itu bukan hanya sebatas memberangkatkan TKI saja, akan tetapi tugas PL itu berat, mereka memantau keberadaan para TKI yang di berangkatkanya mulai dari melangkah kaki sampai PMK itu pulang kampung.

“Jangan anggap tugas kami ringan, malah kami di tuntut bertanggungjawab terhadap TKI yang kami berangkatkan sampai dia kembali ke keluarganya,” ucapnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada Bapak Benny Ramdhani selaku Kepala BP2MI supaya segera meminta maaf dan mengklarifikas ucapannya di semua media massa.

“Kalau pak Benny tidak segera meminta maaf dan menarik ucapannya itu, kami para PL se-Indonesia akan berunjuk rasa keistana menuntut keadilan,” tegasnya.

Marzuki Yahya juga meminta Kepala BP3TKI NTB untuk tidak ikut campur, apalagi menyebut PL itu “bajingan” dan melalui BP3MI meminta supaya sampaikan ke Benny Ramdani agar memintaa maaf.

Selain itu, FPPDL minta kepada Menteri Ketenagakerjaan supaya tetapkan pasal 151 ayat (1) UU Ketenagakerjaan, terdapat ketentuan “Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.”

“Kami mohon kepada Kepala BP3TKI NTB mendukung kami dan meminta Menteri Ketenagakerjaan untuk tetap pada pasal 151 tentang perlindungan Ketenagakerjaan,” tutup Marzuki (TN-03)

Related Articles

Back to top button
Close