Cegah Radikalisme dan Separatisme, Danrem 162/WB Gelar Binkomos

Mataram, Talikanews.com – Komando Resort Militer (Korem) 162/WB menggelar Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos) untuk mencegah, menangkal Radikalisme dan Separatisme.

Kegiatan tersebut dihadiri dari perwakilan TNI, Polri, ASN, Toga, Tomas, Toda, Mahasiswa dan Pelajar, berlangsung di Gedung Sudirman Korem 162/WB Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Kamis 25 Juni 2020.

Pada acara itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya radikalisme dan sparatisme bagi segenap komponen bangsa, agar terbentuknya komponen bangsa yang berkepribadian dan berjiwa Bhineka Tunggal Ika, guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegak dan utuhnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Danrem menjelaskan mengenai Radikalisme. Dimana Radikalisme itu konsep atau sikap jiwa dalam mengusung perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan memutar balikkan nilai-nilai yang ada secara drastis Iewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

Sementara Separatisme sendiri merupakan suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan diri dari wilayah suatu negara yang muncul karena alasan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya maupun yang lain.

“Zaman sekarang, radikalisme lebih mengarah kepada paham atau aliran yang menginginkan pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan, ciri-cirinya bisa kita ketahui seperti sikap intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” ungkapnya.

Menurutnya, akhir-akhir ini di Indonesia banyak muncul gerakan-gerakan yang terindikasi paham radikal dan separatisme, jika tidak dicermati dan diantisipasi secara dini maka bisa menjadi ancaman potensial bagi kondusifitas dan stabilitas NKRI.

Dia menjelaskan, maraknya berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan radikalisme dan separatisme di Indonesia bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah atau aparat pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, kita semua harus peduli guna mengantisipasi timbul dan berkembangnya faham radikalisme dan separatisme.

“Peran seluruh elemen masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama dan para pemuka masyarakat sangat penting untuk bersama-sama sebagai tanggung jawab moral dalam konteks ini,” kata dia.

Selain itu, Jenderal bintang satu ini juga menyampaikan beberapa langkah dan strategi kontra radikalisasi untuk menghadapi radikalisme dan separatisme mulai dari upaya penanaman nilai-nilai ke-Indonesiaan atau wawasan kebangsaan serta nilai-nilai non-kekerasan melalui pendidikan, baik formal maupun non formal, membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu melalui pendidikan, pembinaan dan sosialisasi kemasyarakatan.

Kemudian, memperkuat pendidikan dan pembinaan karakter kebangsaan dengan menanamkan pemahaman yang mendalam mengenai Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa serta memberikan pemahaman agama yang damai dan toleran, sehingga masyarakat tidak mudah terjebak dalam arus paham radikal.

Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, alumni Akmil 1993 tersebut berharap kepada seluruh peserta yang hadir agar benar-benar memanfaatkan forum komunikasi sosial tersebut untuk bersilaturrahim, berdialog dan menyimak materi dari nara sumber dalam rangka mencegah, menangkal dan membatasi ruang gerak radikalisme dan separatisme.

“Apabila sinergi dan komitmen yang kuat bisa terjalin dengan baik, Insya Allah pembangunan nasional khususnya pembangunan daerah yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat baik yang berada di daerah pedesaan, kawasan tertinggal maupun daerah-daerah yang terisolir di Nusantara dapat tercapai,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button