Menyongsong New Normal, Danrem 162/WB Dukung Program Kampung Sehat di NTB

Lombok Barat, Talikanews.com – Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menghadiri HUT Bhayangkara Ke – 74 Polda NTB sekaligus Launcing program kampung sehat menyongsong new normal, di Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Selaku Komando Teritorial, dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung program kampung sehat tersebut guna menekan dan meminimalisir penyebaran Covid -19 dalam rangka menyongsong new normal di NTB melalui pendisplinan masyarakat.

Menurut Danrem, kegiatan ini sangat positif dengan harapan dapat menstimulan, mengugah kesadaran masyarakat dalam meningkatkan budaya hidup sehat dimulai dari lingkungan paling rendah dari hal kecil setiap orang dalam lingkungannya.

“Terlebih, saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid -19. Hal ini bagian dari upaya percepatan penanganan memutus penularan Covid-19,” ungkapnya.

Terkait program kampung sehat itu, Danrem mengaku telah mengistuksikan Kodim jajaran Korem 162/WB melalui Babinsa untuk bersinergi dengan stakeholder lainnya agar terus mengimbau masyarakat ikut berlomba serta mengedukasi masyarakat agar budaya hidup sehat terus dapat ditingkatkan.

“Dengan demikian, bukan hanya saat mengikuti lomba tapi menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari hari,” kata dia.

Jendral TNI bintang satu ini berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian inspirasi seluruh masyarakat, sehingga dalam kondisi Pandemi Covid – 19.

Karena, ini merupakan upaya dalam percepatan penanganan penularan Covid-19 di NTB dapat lebih cepat tertangani. Sehingga, kedepan akan meningkat ketahanan kesehatan masyarakat serta terbebas dari pandemi virus corona dan bentuk pandemi penyakit lainnya.

Pada kesempatan itu juga, Gubenur NTB Dr Zulkieflimansyah menegaskan, launcing desa sehat yang di inisiasi Polda NTB ini, salah satu upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.

“Mudah inovasi terobosan yang kita lakukan dari desa ini mampu menekan penyebaran Covid -19 sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat dan kami yakin karena ini ada kompetisinya masyarakat semakin sehat, insyaAllah selama tiga bulan hasilnya akan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” kata dia.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal memaparkan bahwa, program “Kampung Sehat” memiliki misi sosial yakni meningkatkan partisipasi masyarakat melawan pandemi Covid-19.

“Acara dikemas dalam bentuk lomba agar warga berlomba menciptakan lingkungan bersih untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19.

”Partisipasi masyarakat ini sangat penting,” katanya.

Iqbal mengaku, Polda NTB menginisiasi program tersebut karena tergerak ingin membantu daerah dalam menangani Covid-19. Karena itu, dirinya memastikan acara ini tidak akan membebani keuangan daerah.

Pogram “Kampung Sehat” lanjutnya, hadir sebagai solusi. Bukan saja di bidang kesehatan melainkan juga sosial ekonomi, pendidikan, dan keamanan.

”Cara cepat untuk meningkatkan partisipasi itu adalah dengan cara menggelar program Kampung Sehat. Sehingga, masyarakat dapat menyelesaikan permasalahan yang ada,” ucapnya.

Kapolda menjelaskan, diksi kata “Sehat” dalam program ini merupakan singkatan dari steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. Kemudian “NTB” merupakan kepanjangan dari “Nurut Tatanan Baru”. Hal itu mencerminkan semangat warga menyambut tatanan baru di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, meski lomba berbasis desa, namun kata “Kampung” dipilih karena memiliki kesan yang lebih pas dalam konteks acara itu.

Iqbal menambahkan, kegiatan melibatkan banyak pihak seperti TNI, pemerintah daerah, kalangan swasta, dan instansi lainnya. ”Kita berkolaborasi melakukan program ini,” katanya.

Dalam proses penilaiannya, lomba Kampung Sehat memiliki beberapa parameter antara lain, parameter bidang kesehatan. Di sini, desa akan dinilai apakah mereka memiliki posko kesehatan, apakah warganya menerapkan budaya hidup sehat, apakah punya protokol migrasi keluar masuk warga.

”Termasuk protokol yang khusus mengatur kegiatan sosial, dan apakah ada fasilitas isolasi mandiri di kampung tersebut,” jelasnya.

Parameter lainnya di bidang sosial kemasyarakat, akan menilai apakah warga memiliki protokol khusus dapur umum, inovasi membangkitkan UMKM lokal, apakah ada program ketahanan pangan, penanganan gizi buruk, hingga program peningkatan kapasitas warga.

Penilaian di bidang industri melihat apakah kampung tersebut punya protokol dalam tata niaga dan destinasi wisata dengan protokol kesehatan. Parameter terakhir adalah bidang keamanan, akan menilai bagaimana desa itu mejaga keamanan desa.

Penjurian dilakukan secara berjenjang. Seleksi dimulai di tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan di NTB memilih tiga desa terbaik untuk dilombakan di tingkat kabupaten/kota.

Kabupaten/kota memilih tiga terbaik untuk dilombakan di tingkat provinsi. Mereka akan dilombakan dalam 30 besar untuk mendapatkan juara terbaik di NTB.

”Selain juara satu, dua dan tiga, ada lima kategori juara favorit,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button