Tim Satgas Covid-19 Lombok Barat Luruskan Isu Pasien Virus Corona Test Swab 11 Kali

Lombok Barat, Talikanews.com – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat, meluruskan isu yang berkembang di media massa terkait ada pasien yakni Inisial SH asal Sekotong Buwun Mas yang di test swab hingga 11 kali.

Begitu juga dengan pernyataan pasien inisal S asal Kecamatan Gerung, Desa Taman Ayu yang memberi keterangan sama.

Selaku Tim Satgas Covid-19 Lombok Barat, drg Arbain Ishak menyampaikan, apa yang disampaikan oleh pasien itu tidak benar.

Terhadap pasien inisial SH, lanjut Direktur Tripat Lobar itu, hingga saat ini, pasien SH baru melakukan test swab sebanyak 6 kali, bahkan yang ke – 6 sedang menunggu hasil dari RSUD Provinsi NTB. Begitu halnya dengan pasien inisial S, telah melakukan test swab 5 kali dan yang ke-5 ini masih menunggu hasilnya juga.

“Nah, soal statemen SH di swab sudah 11 kali, hasilnya negatif kemudian positif, begitu seterusnya hingga terakhir 6 Juni hasil swab nya negatif. Kemudian pasien S asal Kecamatan Gerung, Desa Taman Ayu itu perlu di luruskan agar tidak menjadi polemik,” ungkapnya, Sabtu 13 Juni 2020.

Arbain menjelaskan, kronologis penanganan pasien S. Terhadap test swab yang pertama, kedua dan ketiga dinyatakan positif, sedangkan test swab keempat dinyatakan negatif, sehingga perlu di test swab lagi untuk dinyatakan negatif kemudian diperbolehkan pulang. “Saat ini pasien S masih menunggu hasil test Swab kelima, jika dinyatakan negatif maka diperbolehkan pulang dan pasien S ini baru 1 bulan lebih dirawat,” kata dia.

Untuk pasien SH lanjutnya, dari proses test swab menyatakan positif dan negatif, sehingga menyebabkan harus menunggu dinyatakan negatif yang keenam kali. Jika keenam ini dinyatakan negatif maka diperbolehkan pulang.

Arbain memaparkan fase proses test swab. Secara aturan protokol, dari Swab pertama ke Swab kedua jika dinyatakan positif, harus menunggu 7 hari untuk dilakukan test lagi dan seterusnya, itupun menunggu hasil dari RSUD Provinsi NTB karena Lobar tidak punya alat RT PCR.

“Nah, aturan maksimal test swab itu 7 kali. Gimana mau test sampai 11 kali, ini perlu diluruskan,” ujarnya.

Kedepan, Lombok Barat tidak perlu lagi mengirim sampel Swab ke RSUD Provinsi NTB karena, Lobar sudah punya alat TCM hampir sama dengan alat punya RS Kota Mataram.

Hanya saja yang jadi kendala yakni cairan Reagen dan Katrik. Sedang, sumber daya manusia atau tenaga medis uji laboratorium sudah ada.

“Kemampuan alat TCM untuk uji sampel 30 swab setiap hari. Jika banyak jelas akan kita kirim ke Provinsi. Karena, jatah sampel swab untuk Lobar sebanyak 25 setiap hari. Padahal, sampel yang terkumpul setiap hari di Lobar sebanyak 80 sampel,” tuturnya.

Optimisme bisa uji Swab sendiri di Lobar karena, Pemerintah Daerah sudah bersurat ke Menkes pada Kamis kemarin untuk bisa mendapatkan cairan Reagen dan Katrik itu.

“Ketika alat itu sudah di operasikan, maka bisa lebih cepat mendapatkan hasil, pasien tidak terlalu lama menunggu. Mudahan tidak ada kendala di Kementerian Kesehatan,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button