RDP dengan Mitra Kerja, Komisi V DPRD NTB Sebut Gubernur Tidak Konsisten

Mataram, Talikanews.com – Komisi V DPRD NTB, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yakni Direktur RSUD Provinsi NTB dan Dinas Kesehatan, dr Nurhadini Eka Dewi, untuk mendengar progres kerja dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.

Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V, TGH Mahally Fikri, di Ruang Komisi V DPRD NTB, Rabu 03 Juni 2020.

Pada kesempatan, salah seorang anggota Komisi V, H Bukhari Muslim Bokhari Muslim menanyakan sejauhmana OPD bersangkutan menangani pandemi Covid-19.

Bahkan, dia melayangkan pertanyaan cukup aneh yakni, apa virus corona ini dan apakah benar-benar ada. Hal itu ditelurkan karena, sedikit bingung, virus ini belum ada obatnya, akan tetapi banyak pasien yang sembuh.

“Sebesar Rp 968 miliar lebih APBD NTB terkuras untuk menangani pandemi ini. Disisi lain, banyak masyarakat dibawah belum mengetahui dan belum percaya sama Covid-19. Oleh karenanya, Dinas Kesehatan harus lebih intens sosialisasi secara maksimal. Bisa berdayakan alumni SMK kesehatan untuk melakukan hal itu,” ungkapnya.

Politisi Partai Nasdem itu juga menanyakan seperti apa perhatain ke tenaga kesehatan, apakah disediakan rumah transit sebelum mereka bertemu keluarganya.

Mendengar pertanyaan itu, dr Eka langsung menjawab bahwa, virus ini benar-benar ada dan cepat menular, jika tidak menjaga kebersihan. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah. “Mengenai sosialisasi, kita sudah lakukan. Namun, akan kita tingkatkan termasuk sosialisasi supaya masyarakat menghindari penyebaran Covid-19,” kata dia.

Eka menjelaskan, keberadaan virus ini dibuktikan dengan tenaga medis saja bisa terpapar, data hari ini sebanyak 152 dinyatakan positif, didalamnya ada dokter spesialis, perawatan, farmasi dokter gizi. Virus ini cepat menyerang jika imun tubuh lemah. “Itulah sebabnya masyarakat diminta jaga kesehatan, tetap dirumah, konsumsi makanan bergizi,” ujarnya.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri menegaskan terkait virus corona ini. Dibuktikan, Nakes yang terpapar dari hari ke hari tetap muncul, bahkan dari Praya itu merupakan dr spesialis.

“Faktor internal juga bisa jebol, begitu juga eksternal. Itulah sebabnya sangat menekankan kepada masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah,” cetusnya.

Dia mengaku, pantauan di lapangan, masyarakat belum disiplin pake masker, begitu juga menyangkut cuci tangan dan belum disiplin jaga jarak.

Mengenai rumah transit bagi tenaga kesehatan lanjut Hamzi, sudah menyiapkan tempat disalah satu Hotel di Senggigi Lombok Barat.

Setelah mendengar berbagai penjelasan dari OPD mitra kerja, Ketua Komisi V, Mahally Fikri meminta mitra kerja supaya membangun koordinasi yang baik terkait rencana kerja khusus dalam penanganan Covid-19, supaya Informasi terkait data bisa disampaikan ke masyarakat.

Politisi Partai Demokrat itu menekankan supaya tenaga sosialisasi tentang Covid-19 segara direkrut, agar masyarakat tidak bingung terkait informasi simpang siur.

Dia juga menta supaya pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur punya sikap tegas dan konsisten, jangan buat pernyataan kemudian di rubah lagi. Contoh, menyangkut pelaksanaan shalat Ied, kemudian tutup bandara. Faktanya, bandara dibuka atau dibiarkan saja.

“Daerah lain yang Satgas Covid-19 tegas, hasilnya jelas. NTB ini kurang konsisten dalam bersikap, seandainya tren kasus meningkat, karena tidak tegas itu,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button