Hari Ini, Abdul Azis akan Bertemu Pimpinan Dewan KSB, Ada Apa?

Sumbawa Barat, Talikanews.com – Masih ingat seorang tenaga kesehatan, Abdul Azis yang sempat bertugas di Rumah Sakit Asyifa Sumbawa Barat, namun dipindah ke salah satu Puskesmas lantaran mengeluhkan Alat Pelindung Diri (APD) bekas di media sosial.
Hari ini, Abdul Azis akan bertemu pimpinan Dewan Kabupaten Sumbawa Barat, karena sebelumnya sempat ditemui orang suruhan pimpinan dewan itu, Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui apa yang akan dibicarakan.
“Barusan saya ketemu sama orang yang diperintah kepala (ketua) dewan buat ketemu besok dulu (Selasa),” ungkap Azis melalui pesan singkat, Senin 01 Juni 2020.
Azis menyampaikan, ada rencana untuk menempuh jalur hukum terhadap persoalan yang menimpanya. “Memang saya sudah bulatkan niat untuk melaporkan dugaan-dugaan yang terjadi seperti, dugaan diberikan APD bekas, kemudian perlakuan ke saya dipindah tugas karena ngomong soal APD itu,” kata dia.
Abdul Azis mengaku, sebelumnya sudah dimediasi mencari jalan terbaik dari kasus ini, tapi tidak ketemu jalan keluar, malah hasilnya semua memojokkannya sehingga dirinya membuka kembali kasus ini.
“Mungkin pertemuan hari ini dengan pimpinan Dewan itu untuk mencari jalan tengah. Apapun hasilnya, nanti saya infokan kembali pak, termasuk jika temui jalan buntu, saya akan melangkah ke aparat penegak hukum (APH),” katanya sembari mengatakan dirinya kurang tau apa yang akan dibicarakan Pimpinan Dewan itu. “Besok (Hari ini) saya infokan,” pinta Azis.
Sebelumnya, kasus ini viral karena Azis sempat meng upload video APD bekas di media sosial tertanggal 4 Mei 2020, harapannya agar hal ini menjadi perhatian pemerintah setempat.
Hasilnya, tanggal 5 Mei ada kabar rapat bersama yang intinya akan mengganti dengan ADP yang baru.
Tapi belum sampai penggantian APD baru, pada 13 Mei, Abdul Azis justru menerima kenyataan kurang enak. Dirinya dipindahkan tugas ke Puskesmas Sekongkang, Sumbawa Barat.
“Tanggal 13 Mei SK mutasi saya keluar. Saya nggak masalah, korban “dibuang” ke pelosok juga tidak apa. Istri saya banyak support, demi kebaikan semuanya, saya dipecat juga nggak masalah. Bagi saya, masih banyak tempat untuk mencari makan, tetapi kalau saya diam membiarkan permainan anggaran di masa pandemi ini, itu yang saya tidak bisa,” tegasnya.
Ia berharap masalah ini menjadi atensi serius Gubernur NTB, bahkan Menteri Kesehatan RI di Jakarta. Sebab, perjuangan tenaga medis di daerah penuh resiko dan tantangan. Dalam pendemi corona ini, mereka bukan hanya mengorbankan waktu dan tenaga demi masyarakat. Resiko berjauhan dengan keluarga, bahkan ancaman terpapar hingga kematian juga menjadi resiko terberat dalam tugas mulia saat ini.
Wakil Bupati KSB, Nusa Tenggara Barat, Fud Syarifudin, mengaku tidak mengetahui adanya tenaga kesehatan yang dipindah tugas ke Puskesmas regara keluhkan APD.
“Langsung ke pak Bupati ya. Karena beliau (dia) yang tanda tangan suratnya atau ke pak Sekda,” ungkapnya Senin 01 Juni 2020.
Wabup KSB menegaskan dirinya tidak mengetahui ada orang yang dipindah regara APD bekas.
Sepengetahuan nya, APD yang dibeli, semuanya baru. Kalau sudah dipakai iya bisa jadi bekas pakai, namun bukan beli bekas.
Saya nggak tau ada orang yang dipindah gara-gara APD bekas. APD yang dibeli, semua baru. Kalau sudah dipakai ya bisa jadi bekas pakai, bukan beli bekas,” bantahnya (TN-red)





