Bertambah 18 Kasus Positif Covid-19 di NTB, 13 Meninggal dan 292 Pasien Dinyatakan Sembuh

Mataram, Talikanews.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Nusa Tenggara Barat merilis data kasus. Terdapat 18 kasus positif virus corona baru, 13 sudah meninggal, sedangkan yang dinyatakan sembuh sebanyak 292 pasien.

“Dengan adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan
sembuh baru, 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 sampai hari ini sebanyak 670 orang. Rincian, sebanyak 292 orang sudah sembuh, 13 meninggal dunia, serta 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariyadi, Senin 01 Mei 2020.

Gita menjelaskan, penambahan itu berdasarkan hasil pemeriksaan Swab di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai
Abdulkadir, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. Sebanyak 125 sampel dengan hasil 103 sampel negatif, 4 sampel positif ulangan dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19.

Terhadap kasus kematian baru pada pasien yang telah dirawat dan dilakukan tatalaksana Covid-19, yaitu psien nomor 561, H, (66) laki-laki, asal Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Kemudian pasien nomor 669, inisial J, (62) perempuan, penduduk Kelurahan Ampenan, Kota Mataram.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata dia.

Gita memaparkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.290 orang dengan perincian 582 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 708 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.856 orang, terdiri dari 459 orang (8%) masih dalam pemantauan dan 5.397 orang (92%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.786 orang, terdiri dari 2.810 orang (41%) masih dalam pemantauan dan 3.976 orang (59%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.940 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.950 orang (6%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.990 orang (94%).

Gita kembali mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga kita yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka. Penting untuk dipahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini.

Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button