Daerah

Kasus Positif Covid-19 di NTB Terus Melaju, 16 Terpapar Baru, 1 Sembuh dan 349 Masih Dirawat

Mataram, Talikanews.com – Tim Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi NTB, merilis terdapat 16 kasus positif baru, kemudian yang dinyatakan sembuh pada hari Minggu 31 Mei 2020, sebanyak 1 orang. Sehingga, sisa yang masih dirawat 349 pasien.

“Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium PCR RS Unram sebanyak 64 sampel dengan hasil 47 sampel negatif, 1 sampel positif ulangan, dan 16 sampel kasus baru positif Covid-19,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariyadi.

Gita menjelaskan, selain penambahan 16 kasus positif baru, terdapat penambahan 1 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu pasien nomor 434, inisial LA, (1 tahun) laki-laki, asal Desa Kalijaga Baru, Lenek, Lombok Timur.

“Dengan adanya tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 sampai hari ini sebanyak 652 orang, dengan perincian 292 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia, serta 349 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” kata dia.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB itu juga memaparkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.278 orang dengan perincian 571 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 707 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.818 orang, terdiri dari 445 orang (8%) masih dalam pemantauan dan 5.373 orang (92%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.466 orang, terdiri dari 2.593 orang (40%) masih dalam pemantauan dan 3.873 orang (60%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.612 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.213 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.408 orang (93%).

Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, lanjutnya kembali mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka.

“Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” tuturnya.

Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

Dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close