Ekonomi

Ada Dugaan Tranding Influence, Somasi Minta Pemprov NTB Publikasi Rekanan JPS Gemilang

Mataram, Talikanews.com – Aktivis Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) Nusa Tenggara Barat, ada trending influence atau perdagangan pengaruh dalam pengadaan item Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang oleh Pemerintah Provinsi NTB. Hal ini dinilai sangat berbahaya, sehingga meminta kepada pemerintah supaya publikasi rekanan JPS Gemilang tersebut.

Peneliti pada Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB, Johan Rahmatulloh menyampaikan alasan meminta pemerintah terbuka karena, terdapat pemberitaan terhadap kekecewaan oknum anggota DPRD NTB karena tidak mendapat jatah proyek pengadaan JPS Gemilang, sehingga menuai kecaman dari publik.

“Ini tentu saja sangat di sayangkan bisa terjadi. Sepandai – pandainya sembunyikan bangkai, pasti akan tercium baunya oleh antar mereka sendiri,” ungkapnya, Senin 01 Juni 2020.

Dia mengatakan, dalam pengadaan barang dan jasa, sangat tidak mengharamkan adanya penentuan rekanan yang didasarkan atas adanya konflik kepentingan. Sehingga dirinya melihat sudah jelas-jelas dalam proses pengadaan ini adanya dugaan unsur konflik kepentingan.

“Jangan-jangan ada unsur gratifikasi juga?. Apalagi sampai dilakukan ijon (hutang) terlebih dahulu. Ini sudah sangat tidak terpuji,” kata dia.

Oleh karenanya, Somasi meminta Gubernur untuk memerintahkan jajarannya agar membuka siapa saja rekanan yang menjadi pelaksana pengadaan barang dan jasa di JPS Gemilang itu.

Meskipun bukan untuk pribadinya lanjut Johan, tetapi dengan jalan dia (oknum pejabat) malah justru semakin membuktikan dia (oknum pejabat) itu menggunakan kekuasaannya untuk memberikan orang lain yang tujuannya untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

“Dalam bahasa korupsinya ada trending influence atau perdagangan pengaruh disitu. Itu sangat berbahaya,” kata dia.

Malah Somasi menduga, praktik tersebut kuat indikasinya ada dugaan gratifikasi atau suap dalam pengadaan item JPS Gemilang tersebut. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close