Daerah

Pengunjung Pantai Kuranji Dalang Lombok Barat Disuruh Pulang, Ini Alasannya

Lombok Barat, Talikanews.com – Sikap tegas dan keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat, dalam mencegah penyebaran virus corona melalui obyek wisata dibuktikan.

Hal itu terlihat dari para pengunjung yang ingin merayakan lebaran Ketupat di obyek wisata Pantai Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, yang memiki sejarah wisata religi makam Ilam Padang Reak, disuruh pulang tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Labuapi.

Di Pantai Kuranji tersebut hanya di ramaikan warga setempat duduk santai di bawah rerimbunan pohon ketapang sembari menikmati hembusan semilir angin pantai.

Asisten II Adminstrasi perekonomian Pembangunan Setda Lobar, Hj. Lale Prayatni mengaku heran melihat kondisi pantai yang sepi dari biasanya. Fakta ini menunjukkan tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melindungi dirinya dari penularan Covid-19 sudah cukup baik.

“Tingkat kepatuhan masyarakat seperti ini akan tetap dipertahankan, kebijakan pemerintah ini dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya Minggu 31 Mei 2020.

Dirinya mengajak masyarakat di backup unsur Forkompinca, Kades hingga Kadus dan tokoh-tokoh lainnya bahu-membahu mencegah penularan Covid-19 ini.

Kepala Desa Kuranji Dalang, Sukadin menyatakan, se pekan lalu, dirinya melakukan pembatasan para pengunjung di Pantai Kuranji. Pada puncak perayaan Lebaran Topat ini seluruh akses masuk ke Pantai Kuranji maupun ke Makam Padang Reak ditutup.

“Kami ingin warga kami terlindungi dari penyebaran Covid-19 dan berharap tidak ada satupun warga kami yang terjangkit. Alasan lain, kondisi cuaca juga buruk, gelombang pasang masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan air laut setiap pagi naik hingga perumahan warga, ” ujar Sukadin.

Sukadin menambahkan, biasanya Pantai Kuranji dengan karakteristik wisata pantainya yang menarik tidak pernah sepi dari kedatangan pengunjung baik dari Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah bahkan Lombok Timur.

Sebelumnya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyatakan, penutupan sejumlah objek wisata di Lombok Barat dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa yang bisa berpotensi menjadi penyebaran Covid-19.

Menurut Bupati, penutupan objek wisata akan diawasi lebih maksimal saat “Lebaran Topat” yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, karena kawasan pantai menjadi tujuan utama masyarakat merayakan “Lebaran Topat”.

“Sementara tahun ini perayaan Lebaran Topat kita tiadakan,”tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close