Ekonomi

Kelompok Usaha Kuliner “Sahabat Seponjol” Lotim Ramaikan Pasar Murah

Lombok Timur, Talikanews.com – Sekelompok pengusaha kuliner yang tergabung dalam komunitas “Sahabat Seponjol” ikut meramaikan kegiatan pasar murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Taman Tugu Selong Lotim pada Sabtu 30 Mei 2020.

Salah satu anggota Sahabat Seponjol, Franz menuturkan bahwa Sahabat Seponjol merupakan kelompok usaha kuliner yang ada di Lotim ini menyediakan beraneka ragam makanan dan minuman.

Berkaitan dengan kehadirannya dalam event pasar murah Disperindag tersebut, Frans mengatakan komunitasnya diundang oleh Dinas untuk mengisi kuliner disana.

“Biasanya kalau ada kegiatan pasar murah seperti ini Disperindag mengundang kami untuk mengisi bagian kuliner,” ungkapnya.

Franz mengaku memiliki dua outlet kuliner di Lotim, yakni Zupa-Zupa yang ada di seputaran Selong dan juga Doremi Food yang ada di sekitar wilayah Aikmel.

Adapun aneka jajanan dan minuman yang disajikan komunitas Sahabat Seponjol dalam kegiatan pasar murah kemarin di antaranya Kebab, Burger, Sate Krispy dan beberapa jenis makanan lain. Sementara untuk minuman ada beberapa varian kopi, teh, cappucino dan berbagai jenis minuman lainnya.

Meskipun Frans mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk kulinernya dalam kegiatan itu, namun dirinya tidak menampik bahwa tidak semua anggota Sahabat Seponjol bisa ikut berjualan.

Pasalnya, jelasnya Frans, di samping undangannya sangat mendadak juga karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 serta minimnya lapak yang tersedia.

“Iya sih sebenarnya banyak teman-teman yang ingin ikut, tapi karena undangannya mendadak dan tempat juga terbatas maka tidak semua bisa ikut,” kata dia.

Sementara itu, Kabid perdagangan Disperindag Lotim, Mirza Sopian juga menyampaikan alasan yang sama terkait absennya UKM yang lain dalam kegiatan tersebut.

Sopian mengklaim biasanya pihak Disperindag selalu melibatkan UKM untuk memberdayakan potensi lokal di Lotim.

Dia juga mengaku bahwa banyak UKM Lotim yang ingin ikut menjual produknya dalam kesempatan itu. Namun karena khawatir konsumen yang datang membludak dan tidak mampu diarahkan untuk mengikuti protokol Covid-19, maka Disperindag hanya mengundang yang susah terbiasa ikut, dan itu pun hanya sebagian saja.

“Kemarin ada UKM kita yang ikut. Dia menyediakan produk lokal terasi” jelas Sopian, sembari mengatakan bahwa selain karena keterbatasan tempat juga karena kurangnya anggaran untuk menyediakan tempat itu.

“Sebenarnya kita inginnya banyak yang ikut, tapi nanti kerumunan akan bertambah banyak dan kita akan menyediakan tempat dan anggaran lebih untuk itu,” pungkasnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button
Close