Reales Hari Ini, 27 Tenaga Medis di NTB Positif Covid-19, Loteng Tertinggi Capai 13 Orang

Mataram, Talikanews.com – Data penambahan kasus positif virus corona berdasarkan reales hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 di Nusa Tenggara Barat mencapai 42 orang. Ada 12 pasien lainnya dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia.

Dari angka 42 orang penambahan positif baru itu, sebanyak 27 orang merupakan tenaga medis dinyatakan positif virus corona. Terbanyak di Lombok Tengah mencapai 13 orang.

Adapun tenaga medis yang dinyatakan positif virus corona di Lombok Tengah yakni pasien nomor 603, M, (31) perempuan, asal Desa Rungkang, Praya Barat, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 604, LA, (50) laki-laki, asal Desa Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke
daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 605, YUNS, (25) perempuan, asal Kelurahan Praya, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 606, H, (29) laki-laki, asal Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani Karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 607, J, (34) laki-laki, asal Desa Kidang, Praya Timur, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke
daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 608, YH, (32) perempuan, asal Desa Pelambik, Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 609, M, (48) perempuan, asal Kelurahan Praya, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik

Pasien nomor 610, LNSW, (46) perempuan, asal Desa Batujai, Praya Barat, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 611, S, (46) laki-laki, Kelurahan Praya, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 612, RO, (32) perempuan, asal Desa Darek, Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 613, H, (33) perempuan, asal Desa Pejanggik, Praya Tengah, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 614, MA, (38) laki-laki, asal Desa Janapria, Janapria, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

Pasien nomor 624, FUP, (32) laki-laki, asal Desa Aik Darek, Batukliang, Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 7 orang yakni, Pasien nomor 631, S, (37) perempuan, asal Desa Lembuak, Narmada, Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 623, DK, (54) perempuan, asal Desa Sandik, Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan
perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 625, RS, (33) perempuan, asal Desa Bajur, Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 626, SJ, (30) laki-laki, asal Desa Bengkel, Labuapi, Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 629, DM, (33) perempuan, asal Desa Mesanggok, Gerung, Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 632, N, (25) perempuan, asal Desa Bengkel, Labuapi, Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien nomor 633, I, (31) perempuan, asal Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Sedangkan di Kota Mataram sebanyak 6 orang yakni, Pasien nomor 618, RAH, (30) laki-laki, asal Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 622, IM, (30) perempuan, asal Kelurahan Karang Taliwang, Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 627, BFA, (32) perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan
Barat, Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 630, IH, (41) perempuan, Kelurahan Mataram Timur, Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 596, inisial K, (47) laki-laki, Kelurahan Monjok, Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 597, inisial ASB, (36) laki-laki, asal Kelurahan Punia, Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 598, inisial ARO, (53) perempuan, asal Kelurahan Karang Pule, Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Terakhir di Kabupaten Lotim hanya 1 orang yakni pasien nomor 595, inisial BJW, (27) perempuan, asal Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik.

“Jika keterangan pernah punya riwayat kontak dengan orang/pasien yang bergejala covid-19, berarti dia merupakan tenaga kesehatan (Nakes) atau medis,” ungkap Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, Sabtu 30 Mei 2020.

Dia menjelaskan, dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 sampai hari ini sebanyak 636 orang, dengan rincian 291 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia, serta 334 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Kepala Diskominfotik Provinsi NTB ini menyampaikan bahwa penambahan itu berdasarkan hasil pemeriksaan Swab, di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir sebanyak 375 sampel dengan hasil 326 sampel negatif, 7 sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19.

Adapun inisial pasien sembuh itu yakni pasien nomor 12, FBM, (53) perempuan, Sekarbela, Kota Mataram. Pasien nomor 108, AA, (14) laki-laki, Bintaro, Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 114, MS, (36) laki-laki, Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat.

Pasien nomor 158, S, (41) laki-laki, Babakan,
Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien nomor 159, WS, (18) laki-laki, Sayang
Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 242, RM, (22) perempuan, Kelurahan Turida, Sandubaya, Kota Mataram.

Pasien nomor 374, AN, (53) laki-laki, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Pasien nomor 376, S, (37) laki-laki, Kelurahan Babakan, Sandubaya, Kota Mataram. Pasien nomor 399, M, (49) laki-laki, Desa Sukadana,
Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Pasien nomor 409, BAP, (14) perempuan, Desa Medana, Tanjung, Lombok Utara. Pasien nomor 479, MR, (18) laki-laki, Desa Taman Baru, Sekotong, Lombok Barat. Pasien nomor 480, NA, (5 bulan) laki-laki, Desa Mesanggok, Gerung, Lombok Barat.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata dia.

Dia memaparkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).

Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat lanjutnya, kembali mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka.

“Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” ujar dia.

Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” pintanya.

Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit. (TN-red)

Related Articles

Back to top button