Angka Penambahan Positif Covid-19 di NTB Tembus 42 Orang, Pasien Sembuh 12 Orang

Mataram, Talikanews.com – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, merilis angka penambahan positif virus corona per tanggal 30 Mei 2020 sebanyak 42 orang. Sedangkan yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil dua kali swab, sebanyak 12 pasien.

“Dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 sampai hari ini sebanyak 636 orang, dengan rincian 291 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia,
serta 334 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariyadi, Sabtu 30 Mei 2020.

Gita menjelaskan, penambahan itu berdasarkan hasil pemeriksaan Swab, di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir sebanyak 375 sampel dengan hasil 326 sampel negatif, 7 sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19.

Adapun inisial pasien sembuh itu yakni pasien nomor 12, FBM, (53) perempuan, Sekarbela, Kota Mataram. Pasien nomor 108, AA, (14) laki-laki, Bintaro, Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 114, MS, (36) laki-laki, Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat.

Pasien nomor 158, S, (41) laki-laki, Babakan,
Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien nomor 159, WS, (18) laki-laki, Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 242, RM, (22) perempuan, Kelurahan Turida, Sandubaya, Kota Mataram.

Pasien nomor 374, AN, (53) laki-laki, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Pasien nomor 376, S, (37) laki-laki, Kelurahan Babakan, Sandubaya, Kota Mataram. Pasien nomor 399, M, (49) laki-laki, Desa Sukadana,
Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Pasien nomor 409, BAP, (14) perempuan, Desa Medana, Tanjung, Lombok Utara. Pasien nomor 479, MR, (18) laki-laki, Desa Taman Baru, Sekotong, Lombok Barat. Pasien nomor 480, NA, (5 bulan) laki-laki, Desa Mesanggok, Gerung, Lombok Barat.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata dia.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB itu memaparkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).

Memperhatikan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dalam beberapa waktu ini, dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat lanjutnya, kembali mengingatkan seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika ada salah satu warga yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka.

“Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” ujar dia.

Selain itu, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” pintanya.

Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit. (TN-red)

Related Articles

Back to top button