Hadapi Tahun Ajaran Baru, Pemuda Thohir Yasin Minta Pemkab Lotim Perhatikan Kesehatan Santri

Lombok Timur, Talikanews.com – Tahun ajaran baru segera dimulai disemua lembaga pendidikan termasuk di pondok pesantren (Ponpes). Hal itu membuat Pemuda Pondok Pesantren Tohir Yasin Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperhatikan kesehatan para santriwan-santriwati yang akan datang ke pondok masing-masing.

Ketua Pemuda Thohir Yasin, Zuhril Anwar mengatakan, untuk Pondok Pesantren Tohir Yasin sendiri, sebetulnya sudah siap melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan protokol new normal yang direncanakan pemerintah.

Akan tetapi, untuk mengantisipasi datangnya para santri dari luar daerah Lotim, seperti dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan Papua, Pemuda Thohir Yasin berharap pemerintah Lombok Timur bisa memfasilitasi ponpes untuk memastikan kesehatan para santri yang baru datang tersebut.

“Kami meminta pemerintah menyiapkan konsep new normal untuk pesantren dan membantu memfasilitasi masuknya santri lama maupun baru. Soalnya Santri ponpes Thohir Yasin tidak hanya dari Lotim atau NTB, ada juga yang dari Sumatera, kalimantan, Sulawesi dan Papua,” ungkapnya. Jum’at (29/05).

Zuhril Menjelaskan, di dalam pondok pesantren Thohir Yasin sendiri, manajemen pondok sudah mempersiapkan teknis belajar-mengajar sesuai protokol Covid-19, mulai dari teknis pendaftaran, hingga kegiatan pondok untuk meningkatkan daya tahan tubuh santri di pondok pesantren sudah dipersiapkan dengan matang.

Dia mengaku, ponpes Thohir Yasin siap menyambut new normal yang dicanangkan pemerintah dengan melibatkan perawat yang ada di poskestren (pos kesehatan pesantren) pondok.

Oleh karenanya Dia berharap pemerintah kabupaten Lotim, segera mengatensi kebutuhan pondok pesantren tersebut, untuk membantu pos kesehatan pesantren (poskestren) yang sudah siap menjalankan protokol covid-19.

“Tapi kendala kami saat ini belum adanya alat kesehatan seperti alat Rafid Test dan Thermogun untuk mengecek kondisi kesehatan santri yang baru datang atau yang kembali ke pondok,” tutupnya. (TN-08)

Exit mobile version