Gempabumi Berkekuatan 4.3 Magnitude di Lombok Barat, Masyarakat Berhamburan

Mataram, Talikanews.com – Gempabumi berkekuatan 4.3 magnitude tanggal 28 Mei 2020, pukul 15:23:14 wita berlokasi 8.54 LS,116.04 BT (19 km Barat Laut Lombok Barat NTB), Kedalaman 10 Km, dirasakan di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram III MMI dan Karangasem II MMI.

Getaran Gempabumi itu membuat masyarakat berhamburan keluar rumah sambil teriak ada gempa seperti yang terjadi sama salah seorang warga bernama Satria Zulfikar.

“Iya, tadi keras sekali getaran sehingga langsung berlari keluar sama teman-teman,” ungkapnya, Kamis 28 Mei 2020.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi membenar kejadian gempa tersebut berkekuatan 4.3 Magnitude. Namun, tidak berpotensi tsunami. Oleh sebab itu, mengimbau masyarakat supaya tidak panik.

Dia menjelaskan, seismisitas di wilayah NTB dan sekitarnya pada Minggu Keempat
Bulan Mei telah terjadi gempabumi sebanyak 95 kejadian yang didominasi oleh kejadian gempabumi di Utara dan Selatan Nusa
Tenggara Barat dengan kedalaman dangkal (< 60 Km) dan magnitudo dengan rentang M < 3. Dari 95 kejadian tersebut terdapat 3 kejadian gempabumi dirasakan.

Dia menuturkan, kejadian dan parameter Gempabumi, Kamis, 28 Mei 2020 pukul 15.23.14 Wita sebagian wilayah Lombok dan Karangasem diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,3. Episenter terletak pada koordinat 8,54 LS dan 116,04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 159km BaratLaut Lombok Barat-NTB, pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Adapun dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram III MMI ( *Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu* ) dan Karangasem II MMI ( *Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang* ). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Gempabumi susulan hingga pukul 15.45 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

“Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” kata dia.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website ( http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda, pwd pemda-bmkg) atau infobmkg,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button