Kuota JPS Gemilang Tahap II Bertambah jadi 125 Ribu Paket, Ini Rincian dan Itemnya

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB, siap salurkan bantuan Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap II untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Kuota JPS Gemilang tahap II ini terjadi penambahan, sebelumnya sebanyak 115 ribu, saat ini sebanyak 125 ribu paket.

Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir Ridwan Syah menyampaikan, peta sebaran JPS tahap II ini totalnya sebanyak 125.000 Kepala Keluarga (KK). Untuk non DTKS sebanyak 15 ribu KK, sedangkan DTKS sebanyak 110 ribu KK.

“JPS tahap II akan diluncurkan mulai 30 Mei 2020, jumlah paket 125 ribu, ada penambahan berdasarkan hasil evaluasi, masukan dari Desa,” ungkapnya Rabu 27 Mei 2020 usai rapat persiapan penyaluran JPS Gemilang.

Ridwan Syah memaparkan total penerima bantuan JPS Gemilang untuk di pulau Lombok sebanyak 76.447 KK. Sedangkan di Pulau Sumbawa sebanyak 33. 523 KK.

Data per kabupaten/kota lanjutnya, KLU 4,079 KK, Lotim 42.788 KK, Sumbawa 6.681 KK, Kota Bima 1.939 KK, Mataram 2.695 KK, Dompu 7.840 KK, Bima 14.528 KK, Lobar 10.918 KK, Loteng 15.997 KK, KSB 2.535 KK dan Sumbawa 15.000 KK.

Mantan Kepala Bappeda itu merincikan penerima JPS tahap II Non DTKS seperti Honorer Guru sebanyak 2.599 KK, Pemulung TPAR Kebon Kongok sebanyak 92 KK, Pemulung TPA di Taliwang 11 KK, Operator Roda Tiga di Mataram 55 KK, Security, CS Pemprov sebanyak 1.399 KK, petugas kebersihan Kota Mataram 325 KK, petugas RSUD Provinsi NTB 125 KK, petugas RSU Manambai 75 KK, petugas Covid Bapelkes 30 KK, petugas pengawas Pelabuhan/Bandara 30 KK, Mahasiswa asrama/tidak mudik 177 KK, untuk PDP 812 KK, Napi Asimilasi 353 KK, Pegawai Pemprov. Gol I 150 KK, Sekehe Gamelan/Wayang 21 KK, Disabilitas 52 KK,
Marbot 5.590 KK, Ormas 1.251 KK, Pegawai Gol 1 150 KK dan Pegawai Gol II , 2.337 KK.

Yang jelas lanjutnya, ada 3 hal mendasar JPS Gemilang tahap II yakni evaluasi data. Dimana, persoalan data ini bukan saja terjadi di NTB melainkan seluruh Indonesia.

Akan tetapi, JPS Gemilang tahap II ini dipastikan bahwa seluruh data itu merupakan hasil verifikasi dan validasi desa. Dimana, Kepala Desa (Kades) dipersilahkan mengurangi dan menambah jumlah namun sesuai kreteria, setelah itu disertai tanda tangan kepala desa.

Hal kedua yakni, item JPS merupakan produk barang tahan lama, tidak ada lagi telur karena banyak protes. Telur tersebut ganti abon ikan 100 gram dan lebih banyak libatkan UKM termasuk Kopi diperbanyak.

“JPS ini ada 2 klaster, sesuai semangat gubernur yakni itemnya merupakan produk lokal (pulau). Jangan sampai beli garam di Bima kemudian di bawa ke Lombok,” kata dia.

Ridwan Syah mencontohkan, item minyak kelapa. Itu dibagi khusus ke penerima di pulau Lombok. Sedangkan di Pulau Sumbawa diganti garam.

Untuk item JPS Pulau Lombok, ada beras 10 Kg, Ikan Kering, Minyak Kelapa lokal, Abon Ikan, minyak kayu putih, Kopi, sabun cair/batangan, teh kelor, susu kedelai, Masker dan suplemen.

“Nah, untuk Masker, tidak lagi diberikan dalam JPS Gemilang, tapi akan dibagikan secara langsung oleh masing-masing OPD,” tuturnya.

Sedangkan item JPS untuk di Pulau Sumbawa beras 10 Kg, Ikan Kering, Garam, Kue kering lokal, Abon Ikan, minyak kayu putih, Kopi, sabun cair/batangan, teh kelor, susu kedelai, Masker dan suplemen.

“Kita berharap JPS Gemilang tahap II ini tidak lagi ada masalah karena, kita sudah melakukan persiapan mulai dari data yang di verival sampai item produk lokal setempat. Kami minta dukungan masyarakat,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button