Warga asal Janapria Tak Percaya Virus Corona, Satpol PP Loteng Pusing dan Sebut Masyarakat “Bekeh”

Lombok Tengah, Talikanews.com – Salah seoarang warga Janapria, Lombok Tengah yang tidak disebutkan namanya dalam video hasil rekaman Satuan Polisi Pamong Praja Loteng, tidak percaya akan keberadaan virus corona.
Kutipan dalam video itu, seorang warga jenis kelamin laki-laki itu mengaku tidak percaya terhadap virus corona sehingga dirinya tidak percaya karena tidak bisa dilihatnya.
“Karena tidak terlalu terbukti dan tidak bisa saya lihat makanya saya tidak percaya terhadap virus corona itu,” sebutnya dihadapan Anggota Sat Pol PP Loteng saat penertiban pelaksanaan imbauan pemerintah.
Terhadap hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Loteng, HL Aknal Afandi mengaku pusing karena masyarakat “bekeh” (ngeyel) tidak mau mengindahkan imabuan pemerintah. “Buktinya sekarang sudah ada penambahan positif virus corona di Loteng. Itu karena masyarakat “bekeh” ketika disarankan pakai masker, jaga jarak dan hindari keramaian,” kata dia.
Aknal mengaku, tidak bisa memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah karena, dalam surat edaran itu tidak mengatur sanksi.
“Itulah yang membuat masyarakat “bekeh-bekeh”. Sebenarnya kalau punya kesadaran bahwa masalah ini adalah kepentingan kita semua, demi kita, bukan demi petugas atau pemerintah maka, masyarakat tidak akan merasa “bekeh”. Padahal tidak akan ada yang hilang atau rugi ketika sholat d rumah,” cetusnya.
Dia juga menyinggung soal sosialisasi, sejak ada virus corona, semua unsur dibekali edaran dan lain-lain mulai dari Kepala Dusun, Babinsa, Babinkamtibmas, Kades, Pol PP dan unsur-unsur ini setiap hari semuanya ngantor di Desa.
Begitu juga ditingkat Kecamatan dan Kabupaten. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat tidak mengetahui ada edaran dan tidak mengetahui ada virus corona. Tapi, memang masyarakat “bekeh”.
“Kami petugas tidak bosan-bosan nengingatkan kepada masyarakat. Lama kelamaan, masak tidak tumbuh sadarnya,” ujarnya sembari meminta supaya tonton video bahwa ada yang tidak mau pakai masker, karena tidak percaya tentang bahaya corona. (TN-red)





