Daerah

Virus Corona Tak Memandang Umur dan Status, Bupati Lobar: Dua Tenaga Medis pun Terpapar

Lombok Barat, Talikanews.com – Dua orang tenaga medis di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat terpaksa harus di rawat lantaran dinyatakan positif Covid-19.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan, terpaparnya dua orang tenaga medis positif terinfeksi virus itu cukup menghebohkan.

“Covid-19 ini tidak memandang usia dan status seseorang. Di Lombok Barat saja 2 orang tenaga medis sudah positif Covid-19. Selanjutnya 10 tenaga medis lainnya saat ini masih dikarantina untuk dua minggu ke depan. Untuk itu kami tidak akan pernah lelah menghimbau masyarakat agar tidak menyepelekan ancaman bahaya Covid-19 ini,” ungkapnya Minggu 24 Mei 2020.

Fauzan khawatir kalau masyarakat tetap abai, terlebih tidak peduli dengan protokol kesehatan, justru penyebaran virus di daerah akan semakin meluas.

Bupati mengambil kasus kota di Pulau Jawa yang juga sudah banyak tenaga medisnya terkena Covid-19 ini dan saat ini mengalami kekurangan tenaga medis.

“Karena itu kita minta kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap himbauan pemerintah,” kata H. Fauzan.

Melihat penyebarannya saat ini, bagi Fauzan Khalid sudah mengkhawatirkan. Sampai saat ini, sebanyak 92 orang sudah terinfeksi virus kalaupun sebagiannya telah sembuh.

“Dua di antaranya tenaga kesehatan. Sebelumnya tenaga kesehatan kita sudah dikarantina 10 orang. Ini artinya tenaga medis kita bagi penanganan Covid-19 di Lobar berkurang 12 orang. Dalam kondisi tenaga kesehatan yang minim maka dibutuhkan usaha yang lebih lagi untuk pencegahan,” kata Bupati.

Bupati juga berpandangan tidak ada wilayah di Lombok Barat yang pasti zona hijau.

“Jadi ini peran masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika sampai wabah ini tidak bisa dikendalikan, jangankan Lombok Barat, negara saja bisa bangkrut jika ekonomi tidak berjalan, fokus anggaran hanya untuk Covid 19. Terus bagaimana kita mau membangun dan menghidupkan ekonomi masyarakat?,” tanya Fauzan usai acara apel siaga tersebut.

Bagi Fauzan, memang cukup dilematis bagi pemerintah dalam situasi saat ini. Namun menurut Fauzan, pilihan untuk keselamatan nyawa dari penyakit mematikan ini adalah pilihan yang utama dan realistis bagi pemerintah.

“Itu kenapa kita meminta masyarakat mematuhi himbauan pemerintah. Bukan cuma karena ingin selamat dari bahaya Covid 19, tapi juga biar perekonomian bisa segera pulih,” tegas mantan Ketua KPUD NTB itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Barat, H. Ahmad Taufiq Fathoni membenarkan statemen Bupati Lombok Barat.

“Sampai saat ini, Sabtu (23/5) di Lombok Barat sudah ada 92 positif, termasuk 2 tenaga medis kita. 39 orang dinyatakan sembuh setelah di-swab tiga kali, dan 53 orang masih dirawat,” terang Fatoni.

Mengenai 10 tenaga medis yang saat ini dikarantina, pihaknya memastikan akan melakukan swab test.

“Kita swab dulu paling tidak sampai tiga kali. Jika secara berturut-turut hasilnya negatif, baru kita bolehkan kembali bertugas,” tegas dokter yang istrinya juga merupakan perawat piket di ruang isolasi itu.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang itu juga meminta agar masyarakat bisa meringankan beban rumah sakit dan para medis.

“Di samping karena tenaga medis kita berkurang 12 orang, pasien yang terus bertambah juga berakibat pada penambahan ruang isolasi. Akibat lanjutannya, kita terpaksa menutup pelayanan untuk ibu dan anak di RSUD Tripat dan Ruang Penyakit Dalam di RSAM Narmada,” tutur Fatoni.

Menurutnya dampak tersebut yang paling dikhawatirkan pihak Pemda.

“Jangan sampai karena pelayanan kepada pasien Covid, kita terpaksa mengorbankan pasien lainnya. Fasilitas kita terbatas,” keluhnya sambil meminta masyarakat membantu pemerintah daerah dengan mematuhi protokol Covid 19.

Dia sangat prihatin jika masyarakat masih tidak peduli dengan kondisi ini. Karena imbas ketidakpedulian itu cukup berat. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close