Daerah

Tak Ingin Paksa Masyarakat Jual Lahan di Sirkuit MotoGP, Ini Langkah Gubernur NTB

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mengklarifikasi beberapa pemberitaan menyangkut persoalan lahan di lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika yang dianggap belum tuntas atau belum dibebaskan pemerintah.

Dia mengatakan, mengenai lahan sirkuit MotoGP, dirinya sudah sepakat dalam pertemuan belum lama ini dengan beberapa pihak termasuk Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT diberikan tugas untuk menyelesaikan persoalan lahan itu dan sudah sepakat akan diselesaikan.

“Bupati juga sudah lapor, insya Allah tidak ada masalah karena akan diselesaikan menyangkut pembayaran pembebasan sisa lahan itu,” ungkapnya.

Sapaan Dr Zul itu menegaskan, persoalan lahan itu tetap diselesaikan, hanya saja, kalau harga yang ditawarkan oleh masyarakat terlalu tinggi diluar kewajaran, jelas pemeriksaan agak berat dan itu nanti akan memancing spekulasi tanah disekitarnya.

Dikatakannya, ada celah supaya harga lahan itu wajar yakni melalui appresial dan hasilnya sedang ditunggu. Apakah masyarakat mau terima harga sesuai hasil appresial atau tidak. Kalau menurut masyarakat tidak sesuai minimal jangan terlampau tinggi lah.

Kalau pemilik lahan tetap bertahan, pemerintah juga tidak mau menunggu lama yang nantinya akan menghambat proses pembangunan Sirkuit MotoGP tersebut. Sehingga, akan uang pembayaran pembebasan lahan itu akan dititip di Pengadilan.

“Nah, Pengadilan lah yang akan memutuskan. Tapi, langkah terkahir ini yang kita tidak inginkan,” ujarnya.

Hal itu dipaparkan Gubernur bahwa, pemerintah tidak ingin masyarakat dipaksa dalam menyerahkan lahannya sehingga keinginan pemerintah itu supaya melalui proses yang baik.

Dimana, masyarakat diajak duduk baik-baik untuk membicarakan nominal yang sesuai sebelum pemerintah mengambil jalur lain yakni penitipan pembayaran melalui Pengadilan.

Disinggung soal stateman Komisi II DPR RI menyangkut Gubernur tidak mampu urus masyarakat? Dr Zul mengaku agak terkejut mendengar hal itu, seakan persoalan lahan Sirkuit MotoGP ditengarai ada yang bermain.

“Jangan khawatir, zaman sekarang itu, kalau mau bermain-main cepat ketahuan. Iya wajarlah Komisi II datang karena itu tugasnya bidang agraria,” tutupnya. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close