Politik

Dewan NTB Sebut, Ada Oknum “Menyelam Sambil Minum Arak” Dibalik Pandemi Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Anggota DPRD NTB, Made Slamet mulai menyebut ada oknum pejabat “menyelam sambil minum arak” dibalik wabah pandemi Covid-19 di Nusa Tenggara Barat.

“Banyak sekali oknum pejabat dengan pengusaha manfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk nikmati barang haram,” ungkapnya, Rabu 20 Mei 2020.

Politisi PDI-P ini menjelaskan, saat ini situasi masyarakat dan keuangan daerah sedang susah. Mestinya para oknum tersebut harus ikut berimpati terhadap kondisi ini. Namun, malah oknum tersebut mencari keuntungan dibalik pandemi Covid-19.

Dia mencontohkan, pada program Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Harga telur dipasaran sekitar Rp 1100 per butir, akan tetapi oleh oknum-oknum itu justru dinaikkan harganya menjadi Rp 1400 lebih per butir.

Begitu halnya dengan harga Beras juga, justru harga diatas Rp 11000 per kilo. Padahal, di pasaran bisa beli Rp 9000 an kualitas super, anehnya beras JPS Gemilang belinya di Bulog, melalui beli PT GNE.

“Jangan cari untung atau menyelam sambil minum arak lah di kondisi saat ini. Kasian masyarakat,” kata dia.

Made Slamet juga singgung soal kebijakan pemerintah dalam hal ini, Gubernur menyebut berdayakan IKM lokal. Anehnya, telur yang dibagikan ke penerima program itu berasal dari Bali. “Kalau kita lihat, berapa kekuatan peternak pihak ketiga yang dipercayakan Pemerintah, saya yakin tidak akan mampu penuhi. Kenapa tidak jujur saja ke masyarakat,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa program ini sangat baik, tapi anggaran tidak kuat karena ulah oknum pejabat bermain dengan oknum pengusaha untuk mencari keuntungan.

“Orang bijak dan dermawan kadang ikut berkorban keluarkan hartanya untuk bantu masyarakat. Bagaimana dengan pihak ketiga yang dipercaya pemerintah, apakah mereka sudah sumbang sembako?,” tegasnya.

Made Slamet berharap kepada pemerintah dalam hal ini Gubernur, agar JPS Gemilang tahap 2 ini benar-benar terorganisir dan jangan biarkan oknum-oknum tersebut “menyelam sambil minum arak” lagi. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close