Dandim Lotim Tak Mau Terbuai Trend Covid-19 Menurun, Ini Pesan ke Masyarakat

Lombok Timur, Lombok Timur – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615/ Kabupaten Lombok Timur, Letkol. Inf. Agus Prihanto, tidak mau terbuai trend penurunan angka virus corona di daerah Patuh Karya itu.

Donny terus menghimbau masyarakat supaya tetap melaksanakan ibadah solat di rumah masing-masing untuk sementara waktu, baik shalat fardhu, shalat Jumat, atau shalat Ied 1441 H.

Imbauan itu disampaikan saat berkunjung di Ponpes Darussalam Al-Qubro (Yadaro) Dusun Karang Baru Desa Moyot Kecamatan Sakra, Selasa 19 Mei 2020 yang disambut pendiri Yadaro, H. Muhamad Saleh bersama pimpinan Yadaro TGH. Muhamad Yahya Saleh Ibrahim Almadani, LC.

“Meskipun trend kasus covid-19 mengalami penurunan di Lotim, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah,” kata dia.

Dandim Lotim Bersama pendiri dan pimpinan Yadara terlihat berdiskusi panjang tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait wabah virus corona atau Covid-19 di Lotim.

Agus Donny mengapresiasi semua pihak yang berperan aktif dalam percepatan penanganan penularan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan data terakhir, jumlah positif Covid-19 sebanyak 41 orang, meninggal 1 orang dan sembuh sebanyak 36 orang. Masih terpapar 4 orang sedang dalam perawatan dan isolasi di Rumah Sakit, setelah ada penambahan kasus baru.

Menurutnya, hal tersebut menunjukan keberhasilan yang luar biasa dalam penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat yang melaksanakan imbauan dan kebijakan pemerintah.

Agus Prihanto Donny menegaskan, hampir dua bulan masyarakat berjuang bersama-sama untuk melawan virus corona, di mana hasilnya sudah bisa dilihat saat ini di Kabupaten Lombok Timur.

“Alhamdulillah, covid-19 ini sudah mulai berangsur-angsur membaik, jangan sampai timbul lagi permasalah baru atau kluster baru, jadi sia-sia usaha kita bersama ini,” tuturnya.

Dia meminta masyarakat untuk bersabar dulu, menunggu waktu yang tepat untuk Kembali sholat berjamaah di Masjid. “Kami juga rindu berada di tengah-tengah Masjid untuk sholat berjamaah,” imbuhnya.

Dandim menjelaskan, hasil rapat Bupati Lotim Bersama Forkopimda bahwa tim gugus tugas covid-19 Lotim melakukan rapid test berbasis pasar dan rapid test berbasis Masjid di masing-masing desa 1 Masjid, masing-masing kecamatan 1 Masjid dan Masjid Agung untuk Kabupaten dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan

“Hasil rapid tes ini nantinya, lanjut Dandim Agus Donny, akan menjadi dasar pemerintah untuk menentukan apakah Masjid bisa dibuka lagi atau tidak. Jika hasil rapid tesnya ditemukan 10 sampai 20 orang reaktif maka tidak bisa kita Jumatan dan menggelat Sholat Ied,” terangnya.

Agus Donny juga berharap agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat memahami kondisi saat ini dengan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya dan tetap berdoa agar wabah Covid-19 segera hilang dan semua bisa Kembali beraktivitas seperti biasa.

Pimpinan Yayasan Ponpes Darussalam Al-Qubro menyambut baik ajakan dan imbauan pemerintah untuk menjaga physical distancing dan social distancing, manggunakan masker maupun menyediakan tempat cuci tangan jika masjid akan dibuka untuk sholat Jumat ataupun sholat Idul Fitri.

“Namun jika pemerintah belum membolehkan untuk sholat berjamaah di Masjid, maka pihak Ponpes diminta untuk tetap ikut imbauan pemerintah,” tutupnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button